Pemanasan global (global warming) diyakini sebagai salah satu fenomena yang tidak dapat dihindari. Perlu diingat dengan pemanasan global ini berarti suhu dunia rata–rata akan semakin meningkat. Tentu hal ini akan berdampak besar bagi kesehatan kita. Anda pernah mendengar fenomena virus West Nile sebagai salah satu akibat pemanasan global?
Pemanasan global, atau lebih dikenal dengan global warming, diyakini oleh beberapa ahli sebagai salah satu fenomena yang tidak dapat dihindari dan memang terjadi di dunia saat ini. Al Gore, seorang praktisi lingkungan, mengatakan bahwa menurut prediksinya semakin lama pemanasan global ini akan terus meningkat seperti kurva eksponensial (meningkat dengan tajam). Terlepas dari adanya beberapa ahli lingkungan pula yang mengatakan bahwa global warming merupakan hoax (berita bohong dan membesar-besarkan), kita harus tetap waspada terhadap dampak–dampak yang ditimbulkan dari pemasanasan global ini.
Perlu diingat bahwa dengan pemanasan global ini berarti suhu dunia rata–rata akan semakin meningkat. Oleh karena itu, dampak utamanya adalah terdapat pada penyakit–penyakit yang dapat berkembang di iklim yang hangat (seperti iklim tropis saat ini). Penyakit–penyakit tersebut pada umumnya adalah penyakit infeksi dengan vektor (seperti malaria dan demam berdarah) atau melalui infeksi makanan (seperti tifus).
Fenomena terbaru yang dapat diamati adalah adanya virus West Nile yang melanda Amerika Serikat dan saat ini sudah menyebabkan kematian beberapa orang. Penyakit ini merupakan penyakit yang “relatif baru” di Amerika karena sebelumnya belum pernah penyakit dengan vektor nyamuk melanda dan mewabah di Amerika. Menurut data dari WHO, virus West Nile ini telah menginfeksi lebih dari 21.000 masyarakat Amerika dan Kanada serta membunuh lebih dari 800 orang dalam periode sepuluh tahun terakhir ini. Penyakit ini mencengangkan seluruh dunia, bahkan WHO sekalipun, karena penyakit ini dapat sampai ke Kanada yang secara umum beriklim dingin, padahal selama ini diketahui bahwa penyakit ini merupakan penyakit yang pandemik pada daerah beriklim tropis.
Daerah dataran tinggi di Afrika, pegunungan Andes di Amerika Selatan, dan Pegunungan Alpen saat ini bertambah panas lebih cepat dari yang diperkirakan oleh para ahli lingkungan. Saat dataran tinggi dan pegunungan semakin hangat, es dan gletser mencair, maka saat itu pula serangga membawa penyakit–penyakit dari daerah asalnya di dataran yang lebih rendah.
Lantas sudah tidak aneh apabila semakin lama Indonesia pun akan menghadapi penyakit malaria dan demam berdarah yang makin hebat. Karena semakin hangat Indonesia maka akan semakin ‘senang’ pula serangga–serangga seperti nyamuk berkembang biak dan membawa penyakit.
Pemanasan global adalah suatu keniscayaan. Apabila sampai masa yang akan datang seluruh bangsa di dunia tidak bersatu untuk mereduksi pemanasan global ini, maka langkah paling utama yang dapat dilakukan adalah dengan pencegahan penyebaran penyakit tersebut. Jadi, sebagai langkah preventif selalu persiapkanlah diri kita dalam menghadapi penyakit–penyakit tersebut. 3 M untuk memberantas penyakit demam berdarah yang saat ini dirasakan hanya sebagai kata–kata klise nampaknya akan menjadi kata-kata kunci kita di masa yang akan datang.