Profesi Apoteker

Registrasi: Karir Bergengsi Apoteker

0
Your rating: None

Obat agar menjadi bahan yang aman, berkualitas, dan bermanfaat melewati perjalanan produksi yang panjang dan regulasi yang ketat. Saking ketatnya, hingga perlu satu bidang khusus dalam ruang lingkup pendaftaran dan izin edar dari pihak produsen. Baca Lebih lengkap tentang apoteker sebagai Regulatory affairs officer.Salah satu profesi yang banyak digeluti oleh Apoteker adalah RA (Regulatory Affair). Di Indonesia  bagian ini entah kenapa dikenal dengan nama bagian Registrasi, padahal kesan dari kata "registrasi" adalah seperti pekerjaan seseorang yang menunggu di meja resepsionis - walaupun "mendaftarkan" juga merupakan salah satu tugasnya.

Apa itu sebenarnya bagian Registrasi?
Ruang lingkup pekerjaan registrasi sangat bervariasi, intinya adalah sebagai penghubung antara perusahaan farmasi dengan otoritas pemerintahan tempat suatu produk kesehatan akan dipasarkan.
Tugas dasar mereka adalah bertanggung jawab dalam presentasi dokumen registrasi produk kepada otoritas yang berwenang (untuk ruang lingkup apoteker, di Indonesia adalah Badan POM). Mereka juga melakukan kontak dan negosiasi yang diperlukan untuk mendapatkan dan mempertahankan lisensi pemasaran produk tersebut. Untuk melakukan pekerjaan ini, para registrator mengumpulkan, mengolah, dan mengevaluasi data ilmiah yang diberikan kolega litbang mereka di perusahaan.
Tugas mereka yang lain adalah memberikan informasi terbaru kepada perusahaan mengenai peraturan dan legalitas di daerah tempat perusahaan tersebut ingin memasarkan produknya. Mereka juga memberikan input kepada perusahaan mengenai berbagai persyaratan dan batasan, baik legal maupun ilmiah.

Mengapa perlu bagian registrasi?
Dalam mengembangkan suatu produk, perusahaan mungkin memerlukan waktu yang lama serta biaya yang tinggi. Dalam kurun waktu yang lama itu, bisa saja terjadi perubahan peraturan yang terlewatkan oleh para peneliti internal perusahaan.  registrator profesional membantu perusahaan dengan  mengatasi kekosongan ini serta menghindari masalah yang mungkin timbul akibat perubahan tersebut. Selain itu, untuk produk-produk yang diatur dengan ketat, ada batasan-batasan yang tidak boleh dilangkahi dalam pemasarannya, misalnya dalam hal klaim obat pada kemasan ataupun aturan-aturan dalam mempromosikan obat.
Bagian registrasi juga ikut serta dalam pengembangan konsep pemasaran produk, dan dilibatkan juga dalam persetujuan pembuatan kemasan ataupun iklan komersial.

Apa tantangan berkarir di bagian registrasi?
Globalisasi yang terjadi akhir-akhir ini membuat sebagian perusahaan yang telah mapan, berusaha mengembangkan pemasarannya di negera-negara lain. Peraturan yang diadopsi oleh otoritas pemerintahan yang berbeda sering diinterpretasikan secara berbeda oleh perusahaan. Hal ini berakibat dokumen-dokumen yang disiapkan untuk suatu negara seringkali tidak dapat diterima oleh negara lain. Oleh karena itu, perlu kejelian dan kecermatan para registrator profesional ini dalam menyikapi perbedaan tersebut. Mereka harus dapat mengatur usaha yang dilakukan perusahaan sehingga dapat memenuhi semua persyaratan dan permintaan yang berbeda-beda secara efisien.
Saat ini, memang beberapa negara sedang mengusahakan harmonisasi peraturan di bidang pendaftaran obat. Akan tetapi, tetap saja diperlukan registrator yang benar-benar mengerti peraturan, batasan dan pedoman pendaftaran yang spesific secara detail.

Apa saja yang diperlukan untuk menjadi profesional di bidang registrasi?
Bagi yang baru menapaki karir ini diperlukan pengetahuan, pendidikan atau pengalaman di bidang ilmu pengetahuan yang berkaitan dengan aspek khusus produk yang berkaitan,  ilmu farmasi untuk obat, ilmu biologi untuk produk-produk biologi, ilmu kedokteran hewan untuk obat-obat hewan, dan sebagainya. Pada tingkat ini, registrator pemula akan mengembangkan pengetahuan dasarnya mengenai kerangka tanggung jawab bagian registrasi secara umum. Selain itu, para registrator juga dituntut memiliki kemampuan manajemen dan interpersonal yang baik.
Untuk tingkat selanjutnya, para registrator secara bertahap akan mengembangkan dirinya sehingga memiliki kemampuan teknis dan manajerial yang kuat serta terlibat dalam keputusan-keputusan strategis perusahaan dalam pengembangan dan pemasaran produk.

Jadi, para apoteker-apoteker muda? tertarik menjadi Profesional di bidang Registrasi?

penulis: 
referensi: 
  1. Regulatory Affairs Professional Development Framework: An Overview, 2007, Regulatory Affairs Professionals Society, http://www.raps.org
  2. What is Regulatory Affairs?, The Organization For Professionals in Regulatory Affairs, http://www.topra.org/careers/what-regulatory-affairs

Ruang Lingkup Praktek Apoteker

4
Your rating: None Average: 4 (1 vote)

Saat anak Anda bertanya, ”Apoteker itu apa?”. Atau saudara yang baru lulus SMA berniat melanjutkan kuliah ke jurusan farmasi bertanya ”Pekerjaan Apoteker itu seperti apa?”. Apa Anda langsung tahu jawabannya?

Saat anak Anda bertanya, ”Apoteker itu apa?”. Atau saudara yang baru lulus SMA berniat melanjutkan kuliah ke jurusan farmasi bertanya ”Pekerjaan Apoteker itu seperti apa?”. Apa Anda langsung tahu jawabannya?

Kebanyakan orang awam, akan menjawab apoteker itu orang yang bekerja di apotek. Hal tersebut tidak sepenuhnya benar karena apoteker dapat melakukan pekerjaan kefarmasiannya di beberapa tempat, tidak hanya di apotek.

Siapakah Apoteker?
Seseorang disebut apoteker jika telah lulus sebagai sarjana farmasi dan telah mengucapkan sumpah jabatan apoteker, mereka yang berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai apoteker.

Apa yang dilakukan oleh Apoteker?
Pekerjaan seorang apoteker atau praktek kefarmasian meliputi pembuatan, termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi, pengamanan obat, pengadaan obat, penyimpanan obat, dan distribusi obat, pengelolaan obat, pelayanan obat, pengembangan obat, bahan obat, dan obat tradisional.
Dalam kalimat singkat, apoteker akan berada di sisi hulu hingga hilir perjalanan sebuah sediaan farmasi berupa obat, obat tradisional, suplemen, ataupun alat kesehatan. Apoteker dapat berpraktek di industri, apotek, rumah sakit, lembaga penelitian dan badan pemerintah.

Seperti apakah contoh nyata pekerjaan kefarmasian?
Di Lembaga penelitian, apoteker meneliti khasiat dan keamanan obat bahkan menemukan obat baru. Selain itu apoteker juga dapat merumuskan formula obat atau bentuk sediaan baru agar obat dapat lebih bermanfaat bagi pasien.
Apoteker bertanggung jawab terhadap produksi suatu obat dan menjamin kualitas obat tersebut sesuai dengan peraturan CPOB (Cara Pembuatan Obat yang Baik) di Industri Farmasi.
Apoteker yang mengabdikan diri di badan regulasi seperti Badan POM merumuskan peraturan-peraturan dan melakukan fungsi pengawasan terhadap obat, obat tradisional, kosmetik serta bahan makanan yang beredar di Indonesia demi kepentingan konsumen.
Di Rumah Sakit atau apotek, apoteker mengelola persediaan obat dan alat kesehatan, menjamin distribusi obat, dan memberikan pelayanan resep dan informasi obat.
Demikian selintas tentang apoteker. Profesi yang mungkin tak pernah Anda lihat langsung di depan mata Anda tetapi mengambil peran dalam kesehatan Anda.

penulis: 
referensi: 

UU No.23 Tahun 1992 Tentang Kesehatan

Aku Seneng Deh Ibuku Apoteker

3.666665
Your rating: None Average: 3.7 (6 votes)

Aduh, kali ini ketahuan lagi. Kebiasaanku mengemil vitamin ketahuan lagi. Ibuku mengomel lagi, mengeluh bahwa beliau sudah berulang kali memperingatkan agar tidak sembarangan melahap obat atau vitamin. Ibuku mulai bercerita bahwa beliau sudah cukup memperhatikan gizi anak-anaknya, jadi vitamin itu hanya sesekali diperlukan. Lagipula, lanjut beliau, vitamin diambil oleh tubuh dalam jumlah seperlunya, sisanya dibuang, jadi kalau kamu makan banyak, sia-sia jadinya, kan? Aku mengangguk.

Aduh, kali ini ketahuan lagi. Kebiasaanku mengemil vitamin ketahuan lagi. Habis, siapa suruh vitamin itu dibuat dengan rasa yang enak di lidah. Ibuku mengomel lagi, mengeluh bahwa beliau sudah berulang kali memperingatkan agar tidak sembarangan melahap obat atau vitamin. Semakin lama mendengarkan, ibuku mulai bercerita bahwa beliau sudah cukup memperhatikan gizi anak-anaknya, jadi vitamin itu hanya sesekali diperlukan. Lagipula, lanjut beliau, vitamin diambil oleh tubuh dalam jumlah seperlunya, sisanya dibuang, jadi kalau kamu makan banyak, sia-sia jadinya, kan? Aku mengangguk.

Ibu juga lebih sering menganjurkan kami untuk memperbaiki pola hidup dibanding langsung minum obat. Dari apotek hidup yang ada di depan rumah, Ibu terbiasa meracik jamu-jamuan sederhana untuk mengatasi penyakit-penyakit ringan, seperti flu atau pegal linu. Banyak juga orang-orang di sekitar komplek kami yang ‘berguru’ kepada Ibu, yang kemudian diberi tahu untuk membuat jamu kunyit untuk anaknya yang sulit makan ataupun rebusan daun sirih sebagai antiseptik.

Jka sampai harus minum obat, keluarga dan tetangga tahu harus bertanya pada siapa mengenai obat yang harus mereka pilih dari sekian banyak jenis obat yang ada di pasaran untuk satu penyakit. Pernah suatu kali, Ibu heran melihat nenek yang mengkonsumsi obat maag setelah beliau mengeluh sakit kepala. Ternyata, obat sakit kepala beliaulah yang menyebabkan lambungnya perih. Ibu kemudian menggantikan obat itu dengan obat lain yang ramah lambung.

Hari lain, tetangga kami mengeluhkan mahalnya obat yang harus ia beli untuk mengobati batuknya. TBC, Ibu bilang, adalah penyakit karena bakteri yang butuh obat dalam jangka waktu lama tanpa boleh putus pengobatannya. Ibu memberi saran untuk meminta resepnya diganti dengan obat generik di apotek. Dengan khasiat yang sama, biaya yang kita tanggung akan jauh lebih rendah. Selama pengobatan tetangga kami berjalan, sesekali Ibu menghubunginya, memastikan obatnya dikonsumsi setiap hari tanpa kecuali.  Kalau tidak teratur makan antibiotiknya, jumlah obat yang ada di dalam tubuh kita pasti akan turun naik, dan pada saat turun, bakteri akan kegirangan sekali karenanya, kemudian mereka belajar ilmu kekebalan, dan obat yang kita makan pun tak akan mempan lagi, begitu cerita beliau.

Profesi beliau sebagai apoteker, jika diaplikasikan, memang begitu dekat dengan masyarakat. Selain membantu orang lain, Ibu juga merasa pengetahuannya, baik secara ilmiah maupun sosial, semakin terasah dalam sesi-sesi ‘curhat’ teman dan keluarganya mengenai obat. Bagaimana tidak senang punya Ibu seperti beliau, pintar dan suka menolong, macam penjelmaan ilmu P4. Bayangkan, jika ada ratusan atau ribuan rekan seprofesi beliau di negeri ini, dengan keluarga masing-masing yang tahu caranya hidup sehat, tidak akan ada program Indonesia Sehat 2010. Wong Indonesia sudah sehat sejak dulu.

penulis: 
referensi: 

* Cerita diatas merupakan kisah fiksi. Jika ada kesamaan tokoh atau alur cerita, itu hanya merupakan kebetulan semata.

Syndicate content