Barotrauma

Waspada Barotrauma

Perbedaan tekanan udara tubuh dan lingkungan misalnya pada saat melakukan penerbangan atau menyelam dapat membuat respon tubuh berubah. Bila tubuh tidak mampu menyeimbangkan tekanan dengan kondisi di luar tubuh maka akan timbul trauma yang disebut Barotrauma. Trauma akan dialami oleh bagian tubuh yang memiliki rongga seperti telinga bagian tengah, sinus, dan paru-paru. Barotrauma dapat dicegah melalui beberapa tindakan.

Kondisi tubuh sangat dipengaruhi oleh lingkungan, salah satunya adalah perbedaan tekanan yang terjadi pada saat melakukan penerbangan. Perbedaan tekanan ini akan membuat respon tubuh berubah, misalnya gangguan yang terasa ringan selama di darat dapat terasa lebih berat saat melakukan penerbangan akibat terjadinya perubahan tekanan tersebut. Bila tubuh tidak mampu menyeimbangkan tekanan dengan kondisi di luar tubuh, maka akan timbul trauma yang disebut Barotrauma.Barotrauma merupakan trauma yang disebabkan oleh perubahan tekanan udara yang cepat maupun drastis. Trauma akan dialami oleh bagian tubuh yang memiliki rongga seperti telinga bagian tengah, sinus, dan paru-paru. Rasa nyeri bahkan kerusakan dapat terjadi pada jaringan-jaringan tersebut. Pada telinga, saluran Eustachius akan membantu menjaga keseimbangan tekanan udara dari kedua sisi genderang  telinga, dengan memasukkan udara dari luar ke bagian telinga tengah. Bila saluran Eustachius tersumbat, misalnya akibat flu, alergi atau infeksi, maka udara tidak dapat masuk dan menyebabkan cedera pada genderang telinga. Trauma pada telinga dapat menyebabkan rasa nyeri pada telinga, rasa berdering, terganggunya pendengaran, bahkan vertigo, dan perasaan berputar.Efek yang sama terjadi pada sinus, yang merupakan rongga udara pada tulang sekitar hidung. Barotrauma pada sinus akan  menyebabkan rasa nyeri pada wajah dan sakit kepala. Barotrauma yang terjadi pada paru-paru, umumnya diakibatkan penyelam  yang menahan napas selama naik ke permukaan. Hal tersebut terjadi karena tekanan udara dalam paru-paru akan berlipat ganda pada saat penyelam tiba di permukaan. Tekanan yang berlebih tersebut dapat memecahkan alveolus (gelembung berisi udara di paru-paru) dan menyebabkan masuknya gelembung udara (emboli) ke dalam aliran darah. Emboli tersebut dapat menyebabkan tersumbatnya pembuluh darah kecil seperti di jantung dan otak. Penyelam yang mengalami penyumbatan pada otak akan mengalami sakit kepala, agitasi, kehilangan kesadaran atau kejang, selang 1-2 menit setelah muncul di permukaan. Bila penyumbatan terjadi pada jantung dan arteri, akan mengakibatkan syok bahkan kematian. Tindakan pencegahan dapat dilakukan supaya tidak mengalami barotrauma. Pada saat pesawat akan lepas landas, dimana tekanan akan menurun, dapat dicoba untuk membuka mulut, mengunyah permen atau menelan. Hal ini dapat membuka saluran Eustachius sehingga udara keluar dari telinga tengah. Bila tekanan udara meningkat, misalnya saat pesawat akan mendarat, dapat dilakukan Teknik Valsalva, yaitu dengan menutup mulut dan hidung dan secara bersamaan mencoba mengeluarkan udara melalui hidung. Dengan teknik ini, udara yang terperangkap di saluran Eustachius akan dipaksa keluar. Bagi bayi, sebaiknya dipakaikan sumbat telinga (Earplug) sehingga tekanan dalam telinga dapat terjaga.Bagi penderita flu, infeksi atau alergi pada hidung dan tenggorokan sebaiknya menghindari perjalanan dengan pesawat. Namun, bila harus terbang, dekongestan seperti Pseudoefedrin dan Fenilefrin dapat digunakan untuk melegakan hidung yang tersumbat dan membantu membuka saluran Eustachius. Namun, bagi yang akan menyelam, sebaiknya menunda bila sedang menderita flu, infeksi atau alergi pada hidung dan tenggorokan.

penulis: 
Syndicate content