NSAID

Levofloxacin dan Cefdinir VS Obat Dismenorrea

3
Your rating: None Average: 3 (2 votes)

Saya batuk-batuk selama hampir 2 minggu, kemudian dokter meresepkan Levofloxacin dan Cefdinir. Dokter bilang sebaiknya jangan minum obat lain pada saat pengobatan, karena bisa mengganggu efek obat yang diresepkan. Kemudian saya mengalami dismenorea bulanan, biasanya saya mengkonsumsi Parasetamol untuk meredakan nyerinya?

Pertanyaan:Saya batuk-batuk selama hampir 2 minggu, kemudian dokter meresepkan Levofloxacin dan Cefdinir. Dokter bilang sebaiknya jangan minum obat lain pada saat pengobatan, karena bisa mengganggu efek obat yang diresepkan. Kemudian saya mengalami dismenorea bulanan, biasanya saya mengkonsumsi Parasetamol untuk meredakan nyerinya. Dalam kondisi pengobatan dengan antibiotik tadi, obat apakah yang dapat saya konsumsi tanpa mengganggu efek obat sebelumnya?(DP, 24 tahun, Bandung)
 
 
Rasa nyeri yang secara normal berhubungan dengan siklus menstruasi dapat diatasi dengan analgesik atau penghilang nyeri. Obat Antiiflamasi non steroid (AINS) seperti Asam Mefenamat dan Ibuprofen merupakan obat pilihan utama pada kasus dismenorea primer. Tetapi pada kasus ini, Obat AINS tidak dapat digunakan karena berinteraksi dengan Levofloxacin dan Cefdinir yang sedang dikonsumsi oleh Ibu DP. Penggunaan bersama  obat AINS dengan Levofloxacin dapat meningkatkan resiko stimulasi sistem saraf pusat dan  kejang-kejang. Sedangkan obat AINS berinteraksi dengan Cefdinir menyebabkan peningkatan resiko pendarahan pada pasien.Oleh karena itu, pada kasus Ibu DP konsumsi Parasetamol sudah tepat karena Parasetamol memiliki efek analgesik dan tidak memiliki interaksi dengan Levofloxacin ataupun Cefdinir.

penulis: 
referensi: 

1. Dipiro, J.T., Pharmacotherapy a Pathophysiologic Approach Fifth Edition, 2002, hal 14702. AHFS Drug Information, hal 150, 788

Syndicate content