informasi obat

Informasi Obat

0
Your rating: None

Obat punya identitas lho, ada komposisi, indikasi, kontraindikasi, efek samping, dan sebagainya. Anda tahu istilah-istilah itu? Kenali identitas obat yang tercantum dalam informasi obat agar Anda tidak salah minum obat.

Sebagai pasien, kita harus mengetahui obat yang kita konsumsi. Sehingga konsumsi obat kita tepat tujuan penggunaan dan mencegah efek negatif yang mungkin terjadi karena kesalahan pemakaian obat. Setiap kemasan produk mencantumkan informasi obat yang tertera di kemasannya. Jika membeli obat resep di apotek atau RS, informasi bisa didapatkan secara lisan melalui apoteker (karena di apotek atau rumah sakit, brosur asli dari industri biasanya tidak diberikan ke pasien). Sedangkan untuk obat bebas atau obat bebas terbatas, kita dapat mengetahui sendiri informasi tersebut. Biasanya informasi obat terdapat dalam kemasan aslinya, misal dalam kemasan satu catch cover tablet  atau satu botol sirup.

Beberapa informasi yang biasanya terdapat dalam kemasan obat adalah sebagai berikut:

Komposisi
Zat aktif yang terkandung dalam obat.
Contoh: Obat A, tiap tablet mengandung Famotidine 20 mg. Jadi zat aktif obat A tersebut adalah Famotidine sejumlah 20 mg dalam tiap tabletnya.

Indikasi
Indikasi adalah kegunaan suatu obat pada kondisi penyakit tertentu.
Misalnya, obat Ibuprofen yang merupakan obat penghilang nyeri (analgesik) golongan AINS (Anti Inflamasi Non Steroid)  diindikasikan untuk:
-  Nyeri dan radang pada penyakit reumatik dan gangguan otot skelet lainnya
-  Nyeri ringan sampai berat termasuk dismenorea dan analgesik paskabedah;
-  Nyeri dan demam pada anak-anak

Kontraindikasi
Kontraindikasi adalah keadaan yang tidak memperbolehkan suatu obat digunakan oleh seorang pasien.
Saat anda memerlukan analgesik padahal anda menderita tukak lambung, jangan memilih aspirin sebagai obat karena aspirin dikontraindikasikan untuk pasien yang memiliki tukak lambung.

Peringatan atau Perhatian
Pemakaian suatu obat harus dilakukan secara hati-hati pada kondisi tertentu karena dapat terjadi efek atau keadaan yang tidak diinginkan oleh pasien. Misalnya, peringatan pemakaian pada kondisi pasien gagal ginjal, hamil atau menyusui atau riwayat alergi. Selain itu, termasuk peringatan pemakaian obat secara bersamaan atau simultan dengan obat lain.

Efek Samping
Hampir setiap obat memiliki banyak efek pada tubuh kita. Selain efek utama yang dimanfaatkan, juga terdapat efek samping yang mungkin timbul. Efek Samping  tidak selalu timbul pada setiap pasien. Pada penggunaan teofilina, pasien sering mengalami jantung berdebar atau takikardia sebagai efek samping. Efek samping tersebut perlu diketahui agar pengobatan tidak serta merta dihentikan karena ketidaknyamanan akibat efek samping.

Interaksi Obat
Penggunaan bersamaan atau berurutan dua obat atau lebih dapat menimbulkan interaksi sehingga memberikan efek klinis yang berbeda. Jika Anda sedang mengkonsumsi obat lain, suplemen makanan maupun herbal, perhatikan interaksi yang mungkin terjadi. Sebaiknya, informasikan pula kepada apoteker atau dokter anda. Contoh penggunaan bersama antara pseudoefedrin yang biasanya terdapat dalam obat flu dengan obat golongan penghambat MAO (biasa digunakan untuk obat depresi atau parkinson) dapat menyebabkan kenaikan tekanan darah.

Dosis dan petunjuk pemakaian
Perhatikan dan patuhi cara pemakaian, jumlah dan waktu pemakaian suatu obat.

Penyimpanan
Efek suatu obat juga berkaitan dengan kualitas obat. Sesuaikan cara penyimpanan obat dengan petunjuk penyimpanan agar obat tetap dalam kondisi yang baik.

Informasi suatu obat dapat berubah waktu ke waktu. Oleh karena itu penting untuk membaca kemasan setiap akan mengkonsumsi obat.

penulis: 
referensi: 

- http://www.fda.gov/Drugs/ResourcesForYou/Consumers/default.htm
- http://bnf.org/bnf/index.htm
- ISO Indonesia : informasi spesialite obat Indonesia, Jakarta: Ikatan Sarjana Farmasi Indonesia

Apakah Moon Face Bisa Disembuhkan?

0
Your rating: None

Moon face atau wajah yang bulat akibat akumulasi lemak di bagian pipi atau leher adalah efek samping yang dapat terjadi akibat konsumsi obat tertentu dalam jangka panjang. Apakah efek samping obat ini dapat dihilangkan?

Pertanyaan
Maaf saya tertarik dengan website untuk memecahkan solusi untuk masalah yang dihadapi teman saya yang menderita "full moon face" akibat mengonsumsi dexamethason 0.75 mg selama 1 bulan. Apakah full moon face bisa disembuhkan seperti sediakala?
Terimakasih
(Widiyanto Kurniawan melalui web serambi sehat)

 

Jawaban

Pak Widiyanto,

Terima kasih atas pertanyaan Anda mengenai cara mengatasi full moon face yang disebabkan oleh penggunaan deksametason jangka panjang. Deksametason umumnya digunakan sebagai antiinflamasi (untuk mengobati peradangan) dan imunosupresan (menekan kerja sistem imun, biasanya digunakan untuk mengobati penyakit autoimun seperti Lupus). Sebagai golongan kortikosteroid, deksametason harus sangat diperhatikan dosis dan penggunaannya.

Moon face terjadi akibat kelebihan hormon kortikosteroid dalam tubuh. Kelebihan hormon ini dapat berasal dari sumber eksogen seperti penggunaan jangka panjang obat deksametason, atau sumber endogen yaitu produksi hormon kortikosteroid oleh kelenjar adrenal di ginjal. Penggunaan deksametason jangka panjang pada akhirnya juga dapat menyebabkan turunnya produksi hormon kortikosteroid oleh kelenjar adrenal karena tubuh merespon terhadap tingginya kadar hormon kortikosteroid dalam darah dengan mengirimkan sinyal kepada kelenjar adrenal untuk menurunkan produksi hormon tersebut.

Kedua efek penggunaan jangka panjang ini dapat diatasi dengan penghentian obat secara bertahap. Anda dapat mengkonsultasikan pada dokter mengenai pengurangan dosis harian atau terapi selang hari (obat dikonsumsi setiap 2 hari sekali). Efek samping akan berkurang secara perlahan dan kelenjar adrenal akan kembali menyesuaikan produksinya. Tes fungsi kelenjar adrenal di laboratorium dapat dilakukan untuk mengetahui apakah kelenjar adrenal sudah sepenuhnya berproduksi dengan normal. Jika kadar kortisol dalam darah di pagi hari terukur lebih dari 10 mikrogram/dL, produksi hormon telah kembali normal dan penggunaan obat dapat sepenuhnya dihentikan.

Semoga membantu.

referensi: 

McEvoy, Gerald K., 2004, AHFS Drug Information, American Society of Health System, hal. 954.

Pembunuh Raja Pop Dunia

4
Your rating: None Average: 4 (2 votes)

Michael Jackson meninggal dunia saat tengah mempersiapkan diri menjelang konsernya. Kontroversi menghangat menyangkut dugaan penyebab kematiannya. Beberapa obat pereda rasa nyeri dan antidepresan terdeteksi dalam jumlah berlebih dalam tubuhnya. Kenapa jantung Jacko berhenti berdetak?

Michael Jackson yang melegenda itu kini telah tiada. Sungguh disayangkan bahwa kabar yang berkembang mengenai penyebab kematiannya tidak menggembirakan : overdosis obat. Dari beberapa obat yang terdeteksi dalam jumlah berlebih dalam tubuhnya, sang raja dilaporkan tumbang dalam gelontoran obat-obat pereda rasa nyeri dan antidepresan. Siapa sajakah mereka?

DEMEROL (meperidin hidroklorida) merupakan senyawa pereda rasa nyeri setingkat dibawah morfin dan termasuk golongan narkotik yang diawasi penggunaannya.  Seperti morfin, meperidin bekerja dengan menduduki 'kantor pos' tempat informasi mengenai datangnya nyeri, baik dari dalam atau luar tubuh, untuk diantarkan ke otak. Dengan pendudukan itu, penerima obat tidak lagi kesakitan karena tidak ada lagi informasi ke otak yang disampaikan. Obat ini umumnya digunakan dalam bentuk injeksi untuk mengatasi nyeri yang parah, seperti nyeri saat melahirkan. Pemberian meperidin harus disertai perhatian yang seksama terhadap pasien, karena obat ini, bahkan dalam dosis terapi, dapat menyebabkan terhambatnya sistem pernafasan dan terhentinya detak jantung. Meperidin tidak dianjurkan untuk digunakan dalam jangka panjang dan dalam dosis besar karena hasil metabolismenya di hati, normeperidin, dapat terakumulasi di dalam tubuh lalu menyebabkan tremor, kedutan, bahkan kejang. Efek samping inilah yang juga menyebabkan meperidin jarang digunakan sebagai obat pilihan diantara pereda rasa sakit golongan opioid lainnya.

OXYCONTIN (oksikodon hidroklorida) merupakan teman sepermainan Demerol. Karena oksikodon dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet oral, obat ini merupakan obat pilihan pengganti morfin untuk mengatasi nyeri menengah hingga parah.Umumnya oksikodon digunakan untuk nyeri akibat dislokasi sendi atau patah tulang, selain juga efektif dalam mengatasi nyeri setelah operasi dan melahirkan.

ZOLOFT (sertralin hidroklorida) merupakan senyawa yang antara lain digunakan dalam penanganan depresi mayor, panic disorder, dan fobia sosial. Sertralin termasuk antidepresan golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor). Terdapat beberapa hipotesis mengenai depresi dan bagaimana antidepresan dapat mengatasinya. Pada teori amin biogenik, depresi diakibatkan oleh berkurangnya jumlah neurotransmitter, senyawa pembawa informasi antar sel saraf, di sel saraf. Nah, golongan SSRI ini bekerja supaya kadar neurotransmitter di sel saraf, dalam hal ini serotonin, senyawa yang banyak mengatur kondisi emosi dan konsentrasi, tetap terjaga di rentang normal. Antidepresan SSRI merupakan obat pilihan pertama dalam penanganan depresi, karena aman digunakan untuk penderita penyakit kardiovaskular dan efek sampingnya di saluran pencernaan lebih ringan dibandingkan golongan lainnya. Namun, seperti meperidin, pemberian sertralin juga harus diperhatikan, karena pada overdosis dapat menurunkan detak jantung yang akhirnya berujung koma. Obat harus diberikan dari dosis terkecil dan sekali minum, jika bisa, untuk mencegah upaya bunuh diri dengan konsumsi obat secara berlebih yang biasanya dilakukan penderita depresi.

Dengan melihat profil obat-obatan diatas, sepertinya sang bintang mengalami sakit yang sungguh menyiksa dengan psikis yang juga terlanda bencana. Kita belum tahu pasti tentang itu, apalagi alasan dibalik pemakaiannya yang berlebihan. Satu hukum alam yang pasti dan harus selalu disadari : lebih banyak, belum tentu lebih baik.

penulis: 
referensi: 
  1. DiPiro, Joseph T. , R. L. Talbert, G. C. Yee, G.R. Matzke, B.G Wells, L.M. Posey (ed), 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 6th edition, The McGraw-Hill Companies, Inc.
  2. Jody Thompson, 26 Juni 2009, Michael Jackson 'died of a drug overdose', according to reports, Mirror UK (http://www.mirror.co.uk/celebs/news/2009/06/26/michael-jackson-died-of-a-drug-overdose-according-to-reports-115875-21473065/)
  3. Martini, Frederic H., 2002, Fundamentals of Anatomy and Physiology, 5th edition, Prentice Hall.
  4. McEvoy, Gerald K., 2004, AHFS Drug Information, American Society of Health System

Obat: Ditelan, Dioleskan, atau Dilarutkan?

3
Your rating: None Average: 3 (1 vote)

Jika Anda perhatikan, obat memilliki berbagai bentuk. Bentuk obat yang bermacam-macam juga membutuhkan penyesuaian dalam penggunaannya. Ada kisah pasien penderita wasir yang memakan supositoria. Apa akibatnya?

Jika Anda perhatikan, obat memilliki berbagai bentuk. Umumnya obat berbentuk zat padat yaitu tablet, kapsul, sirup kering, serbuk injeksi, dan suppositoria. Obat bentuk tablet pun dibagi lagi menjadi tablet konvensional, effervesent, dan tablet salut, baik itu salut gula, film, maupun enterik. Tablet salut ini dibuat bertujuan untuk mengurangi kekurangan sifat zat aktif, misalnya untuk menutupi rasa pahit atau untuk melindungi hidrolisis zat aktif dari asam lambung. Selain itu, obat bisa berbentuk cairan seperti sirup, injeksi, infus, dan tetes mata. Bentuk lain obat adalah setengah padat atau semisolid yaitu krim, salep, dan gel, yang biasanya digunakan sebagai obat luar. Anda juga dapat menjumpai obat dalam bentuk aerosol, contohnya obat untuk penyakit asma.Teknologi farmasi mengembangkan berbagai jenis bentuk obat disesuaikan dengan sifat zat aktif, tujuan penggunaan, dan kenyamanan pasien. Bentuk obat yang bermacam-macam juga membutuhkan penyesuaian dalam penggunaannya. Apapun bentuk obat yang Anda terima, pastikan Anda mengetahui cara penggunaannya. Sebuah kisah tentang kesalahan cara penggunaan obat terjadi pada seorang pasien penderita wasir. Pasien tersebut memakan supositoria yang seharusnya dimasukkan ke anus. Anda dapat membayangkan, pasien tersebut akan tetap mengeluh sakit wasir bahkan beresiko keracunan obat.Sebagian besar obat berbentuk tablet dan dikonsumsi dengan cara di telan. Walaupun demikian, ada berbagai jenis tablet obat tertentu seperti Antasid (obat sakit maag) harus kita kunyah terlebih dahulu agar obat bisa bereaksi langsung di lambung. Adapula Tablet dispersibel, tablet ini harus dilarutkan terlebih dahulu di air. Beberapa multivitamin yang dijual di pasaran berbentuk tablet effervescent, yaitu tablet yang dimasukkan ke dalam air sehingga larut dan menghasilkan gas.Jika Anda mengalami kesulitan menelan tablet atau kapsul yang diresepkan untuk Anda, informasikan kepada dokter atau apoteker Anda. Sehingga, mereka dapat memberikan solusi untuk kenyamanan Anda, misalnya dengan mengganti bentuk sediaan dari tablet menjadi sirup. Jangan coba-coba menggerus beberapa jenis tablet seperti tablet salut gula, tablet salut film atau tablet salut enterik, karena justru dapat merusak kandungan zat aktif, menurunkan efek obat, bahkan menimbulkan efek samping. Hal ini juga berlaku untuk sediaan kapsul, sebaiknya jangan melepaskan cangkang kapsul ketika sulit menelan kapsul.Lebih lengkapnya tentang cara penggunaan obat dalam bentuk lain, Anda dapat membaca leaflet informasi obat Anda atau bertanya pada apoteker di apotek langganan Anda  Sebagai pasien, sebaiknya selalu bersikap ”Teliti Sebelum Konsumsi”.

penulis: 
referensi: 

Remington, The Science and Practice of Pharmacy 21st Edition, 2006

Syndicate content