penggunaan obat

Obat: Ditelan, Dioleskan, atau Dilarutkan?

3
Your rating: None Average: 3 (1 vote)

Jika Anda perhatikan, obat memilliki berbagai bentuk. Bentuk obat yang bermacam-macam juga membutuhkan penyesuaian dalam penggunaannya. Ada kisah pasien penderita wasir yang memakan supositoria. Apa akibatnya?

Jika Anda perhatikan, obat memilliki berbagai bentuk. Umumnya obat berbentuk zat padat yaitu tablet, kapsul, sirup kering, serbuk injeksi, dan suppositoria. Obat bentuk tablet pun dibagi lagi menjadi tablet konvensional, effervesent, dan tablet salut, baik itu salut gula, film, maupun enterik. Tablet salut ini dibuat bertujuan untuk mengurangi kekurangan sifat zat aktif, misalnya untuk menutupi rasa pahit atau untuk melindungi hidrolisis zat aktif dari asam lambung. Selain itu, obat bisa berbentuk cairan seperti sirup, injeksi, infus, dan tetes mata. Bentuk lain obat adalah setengah padat atau semisolid yaitu krim, salep, dan gel, yang biasanya digunakan sebagai obat luar. Anda juga dapat menjumpai obat dalam bentuk aerosol, contohnya obat untuk penyakit asma.Teknologi farmasi mengembangkan berbagai jenis bentuk obat disesuaikan dengan sifat zat aktif, tujuan penggunaan, dan kenyamanan pasien. Bentuk obat yang bermacam-macam juga membutuhkan penyesuaian dalam penggunaannya. Apapun bentuk obat yang Anda terima, pastikan Anda mengetahui cara penggunaannya. Sebuah kisah tentang kesalahan cara penggunaan obat terjadi pada seorang pasien penderita wasir. Pasien tersebut memakan supositoria yang seharusnya dimasukkan ke anus. Anda dapat membayangkan, pasien tersebut akan tetap mengeluh sakit wasir bahkan beresiko keracunan obat.Sebagian besar obat berbentuk tablet dan dikonsumsi dengan cara di telan. Walaupun demikian, ada berbagai jenis tablet obat tertentu seperti Antasid (obat sakit maag) harus kita kunyah terlebih dahulu agar obat bisa bereaksi langsung di lambung. Adapula Tablet dispersibel, tablet ini harus dilarutkan terlebih dahulu di air. Beberapa multivitamin yang dijual di pasaran berbentuk tablet effervescent, yaitu tablet yang dimasukkan ke dalam air sehingga larut dan menghasilkan gas.Jika Anda mengalami kesulitan menelan tablet atau kapsul yang diresepkan untuk Anda, informasikan kepada dokter atau apoteker Anda. Sehingga, mereka dapat memberikan solusi untuk kenyamanan Anda, misalnya dengan mengganti bentuk sediaan dari tablet menjadi sirup. Jangan coba-coba menggerus beberapa jenis tablet seperti tablet salut gula, tablet salut film atau tablet salut enterik, karena justru dapat merusak kandungan zat aktif, menurunkan efek obat, bahkan menimbulkan efek samping. Hal ini juga berlaku untuk sediaan kapsul, sebaiknya jangan melepaskan cangkang kapsul ketika sulit menelan kapsul.Lebih lengkapnya tentang cara penggunaan obat dalam bentuk lain, Anda dapat membaca leaflet informasi obat Anda atau bertanya pada apoteker di apotek langganan Anda  Sebagai pasien, sebaiknya selalu bersikap ”Teliti Sebelum Konsumsi”.

penulis: 
referensi: 

Remington, The Science and Practice of Pharmacy 21st Edition, 2006

Syndicate content