Iptek

Ikuti perkembangan teknologi yang menjadi solusi masalah kesehatan dan pengobatan terkini

Sel Punca dan Perannya: Sebuah Fungsi Dasar

3
Your rating: None Average: 3 (2 votes)

Pernahkah Anda mendengar istilah sel punca? Pengetahuan tentang sel punca akan membawa kita pada pemahaman mengapa sel punca diharapkan mampu menjadi solusi bagi penyakit-penyakit yang saat ini tidak bisa disembuhkan yaitu umumnya merupakan penyakit yang menyerang sistem imun dan degeneratif misalnya leukimia, stroke dan diabetes.

Pernahkah Anda mendengar istilah sel punca? Bagaimana dengan stem cell? Mungkin bagi sebagian besar, termasuk Anda, istilah stem cell lebih akrab di telinga. Sel punca adalah padanan kata stem cell dalam bahasa Indonesia yang diusulkan oleh Komisi Bioetika Nasional dan telah disetujui oleh Pusat Bahasa. Selain sel punca, istilah lain yang disetujui Pusat Bahasa adalah sel induk.Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ke-3, 2005, hal 907, didapatkan makna kata punca adalah pengetahuan pangkal (asal mula, lantaran); sumber (berita, penghidupan, dan sebagainya). Selain di Indonesia, negara lain yang menggunakan istilah sel punca untuk stem cell adalah Malaysia.Sel punca sendiri adalah sel sederhana yang terdapat dalam tubuh, tidak terspesialisasi dan memiliki kemampuan untuk menjadi sel-sel lain dalam tubuh, misalnya sel darah, sel saraf, dan lainnya. Berdasarkan kemampuannya untuk berubah menjadi sel-sel lain, sel punca terbagi atas totipoten, pluripoten, dan multipoten. Sel punca yang bersifat totipoten memiliki kemampuan untuk menjadi sel apapun dalam tubuh manusia, biasanya kemampuan ini dimiliki sel punca yang berasal dari janin, lazim dikenal sebagai embryonic stem cell. Di berbagai negara, sel punca yang berasal dari embrio ini diperdebatkan. Ada negara-negara yang mendukung dan ada pula yang menolak, karena masalah etika. Sel punca yang memiliki kemampuan pluripoten adalah sel punca yang mampu berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel, kecuali membentuk individu baru. Sedangkan sel punca yang memiliki kemampuan multipoten artinya kemampuan berdiferensiasinya berbagai macam, namun tidak sebanyak pluripoten.Berdasarkan sumbernya, sel punca bisa berasal dari darah tepi, tali pusat, sumsum tulang, adiposa, tulang, gigi, bahkan darah menstruasi. Dahulu dipercaya bahwa sel punca yang berasal dari darah hanya bisa berubah menjadi sel-sel darah, dari otot hanya bisa menjadi sel-sel otot. Namun, dari beberapa penelitian diketahui bahwa sel punca yang berasal dari darah tidak hanya bisa diubah menjadi darah tapi juga menjadi sel lain.Akibat kemampuan berdiferensiasinya yang sangat luas itulah, maka penelitian sel punca sangat berkembang. Sel punca diharapkan mampu menjadi solusi bagi penyakit-penyakit yang saat ini tidak bisa disembuhkan, umumnya merupakan penyakit yang menyerang sistem imun dan degeneratif, misalnya leukemia, alzheimer, penyakit jantung kronis, stroke, diabetes, dan lainnya. Penggunaan sel punca misalnya transplantasi darah tali pusat dalam penanganan leukemia.

penulis: 

Nutrigenomik: Siapakah Dia?

3
Your rating: None Average: 3 (1 vote)

Makanan yang kita konsumsi sehari-hari tentulah berpengaruh terhadap keadaan jasmani kita. Apakah Anda pernah mendengar istilah nutrigenomik? Bagaimana hubungan antara makanan dengan gen? Lebih lanjut artikel menjelaskan tentang nutrigenomik.

Semua orang menyadari untuk hidup kita perlu makan. Makanan yang kita konsumsi sehari-hari tentulah berpengaruh terhadap keadaan jasmani kita. Tanpa makan, kita bisa lapar, sakit, atau bahkan di negara-negara konflik banyak orang yang meninggal akibat kekurangan makanan. Dalam tubuh, makanan yang kita konsumsi akan dipecah-pecah menjadi zat-zat yang lebih sederhana dan berfungsi untuk melakukan berbagai hal, misalnya sebagai sumber energi, penyusun komponen sel, dan lainnya. Zat-zat tertentu di butuhkan dalam jumlah banyak yang disebut makronutrien, misalnya karbohidrat, lemak, dan protein, dan adapula zat-zat yang dibutuhkan dalam jumlah yang sedikit yang disebut mikronutrien, misalnya vitamin dan mineral.Berdasarkan kebutuhan tersebut maka komponen zat dalam makanan yang kita makan akan sangat berpengaruh pada kondisi tubuh kita, terutama saat tubuh berada dalam keadaan tidak normal misalnya saat menderita penyakit. Sebagai contohnya bila orang terkena penyakit diabetes, maka dianjurkan orang itu mengurangi konsumsi gula. Bila ada yang terkena hipertensi, maka ada anjuran pengurangan kadar garam dalam makanan.Dalam era genomik ini, dimana dipelajari hubungan antara gen dengan berbagai kondisi manusia, seperti sebab timbulnya suatu penyakit dan obat-obatan bertarget (targeted drugs), juga dipelajari interaksi antara gen dan makanan yang ada dalam tubuh. Ilmu yang mempelajari hubungan antara interaksi makanan dengan gen dalam tubuh dikenal sebagai nutrigenomik. Selain nutrigenomik, ada juga istilah nutrigenetik. Nutrigenetik adalah ilmu yang mempelajari respon variasi genetik terhadap makanan. Seperti kita tahu, bahwa di dunia ini terdapat berbagai macam ras dan suku bangsa, dan bukan tidak mungkin variasi genetik ini juga memberikan respon yang berbeda terhadap makanan yang sama.Dalam nutrigenomik dipelajari bagaimana komponen-komponen makanan mempengaruhi proses yang terjadi dalam sel dan jaringan. Penelitian yang sedang dilakukan saat ini telah menghasilkan beberapa hal misalnya isoflavon dari kedelai diperkirakan memiliki efek sebagai antikanker, penelitian nutrisi terhadap diabetes dan penyakit jantung koroner serta penelitian-penelitian lainnya.Sehingga pada masa yang akan datang, diharapkan bisa dirancang makanan yang benar-benar sesuai terhadap kondisi seseorang. Misalnya untuk orang yang terkena kanker dan hidup di negara b, maka pola makan yang sesuai adalah a atau bila di negara c maka pola yang sesuai akan berbeda lagi.

penulis: 
referensi: 

Nutrigenomics, Editor: Gerald Rimbach, Jürgen  Fuchs, Lester Packer. CRC Press, Taylor and Francis Group, 2005