Pernahkah Anda mendengar istilah sel punca? Pengetahuan tentang sel punca akan membawa kita pada pemahaman mengapa sel punca diharapkan mampu menjadi solusi bagi penyakit-penyakit yang saat ini tidak bisa disembuhkan yaitu umumnya merupakan penyakit yang menyerang sistem imun dan degeneratif misalnya leukimia, stroke dan diabetes.
Pernahkah Anda mendengar istilah sel punca? Bagaimana dengan stem cell? Mungkin bagi sebagian besar, termasuk Anda, istilah stem cell lebih akrab di telinga. Sel punca adalah padanan kata stem cell dalam bahasa Indonesia yang diusulkan oleh Komisi Bioetika Nasional dan telah disetujui oleh Pusat Bahasa. Selain sel punca, istilah lain yang disetujui Pusat Bahasa adalah sel induk.Dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi Ke-3, 2005, hal 907, didapatkan makna kata punca adalah pengetahuan pangkal (asal mula, lantaran); sumber (berita, penghidupan, dan sebagainya). Selain di Indonesia, negara lain yang menggunakan istilah sel punca untuk stem cell adalah Malaysia.Sel punca sendiri adalah sel sederhana yang terdapat dalam tubuh, tidak terspesialisasi dan memiliki kemampuan untuk menjadi sel-sel lain dalam tubuh, misalnya sel darah, sel saraf, dan lainnya. Berdasarkan kemampuannya untuk berubah menjadi sel-sel lain, sel punca terbagi atas totipoten, pluripoten, dan multipoten. Sel punca yang bersifat totipoten memiliki kemampuan untuk menjadi sel apapun dalam tubuh manusia, biasanya kemampuan ini dimiliki sel punca yang berasal dari janin, lazim dikenal sebagai embryonic stem cell. Di berbagai negara, sel punca yang berasal dari embrio ini diperdebatkan. Ada negara-negara yang mendukung dan ada pula yang menolak, karena masalah etika. Sel punca yang memiliki kemampuan pluripoten adalah sel punca yang mampu berdiferensiasi menjadi berbagai macam sel, kecuali membentuk individu baru. Sedangkan sel punca yang memiliki kemampuan multipoten artinya kemampuan berdiferensiasinya berbagai macam, namun tidak sebanyak pluripoten.Berdasarkan sumbernya, sel punca bisa berasal dari darah tepi, tali pusat, sumsum tulang, adiposa, tulang, gigi, bahkan darah menstruasi. Dahulu dipercaya bahwa sel punca yang berasal dari darah hanya bisa berubah menjadi sel-sel darah, dari otot hanya bisa menjadi sel-sel otot. Namun, dari beberapa penelitian diketahui bahwa sel punca yang berasal dari darah tidak hanya bisa diubah menjadi darah tapi juga menjadi sel lain.Akibat kemampuan berdiferensiasinya yang sangat luas itulah, maka penelitian sel punca sangat berkembang. Sel punca diharapkan mampu menjadi solusi bagi penyakit-penyakit yang saat ini tidak bisa disembuhkan, umumnya merupakan penyakit yang menyerang sistem imun dan degeneratif, misalnya leukemia, alzheimer, penyakit jantung kronis, stroke, diabetes, dan lainnya. Penggunaan sel punca misalnya transplantasi darah tali pusat dalam penanganan leukemia.



