Cari di Situs Ini

Sehat Bermula dari Anda

Merdeka!!

Arabian Meal

Yuliana Body Care

apotek samara

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Vipro-G

put your add here header

Prebiotik dan Probiotik, Serupa tapi Tak Sama

0
Your rating: None

Seringkali kita mendengar iklan di televisi, produk A mengandung probiotik yang berguna untuk kesehatan. Tapi apakah itu probiotik? Apakah sama dengan prebiotik?

Menurut definisi dari WHO, probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang apabila diberikan dalam jumlah tertentu yang memadai, dapat memberikan manfaat kesehatan terhadap tubuh.

Sebenarnya, sistem pencernaan manusia adalah tempat dari berbagai macam koloni mikroorganisme. Keberadaan mikroorganisme ini dimulai sejak bayi dilahirkan. Jumlah dan jenis mikroba awal yang muncul dipengaruhi oleh tipe persalinan, penggunaan antibiotik, serta tingkat higienisitas seseorang. Pada awalnya, bakteri Escherichia coli dan Streptococcus mendominasi koloni ini. Pada bayi yang menerima ASI, jumlah bifidobakteria 1)  akan meningkat sementara jumlah E. coli, Streptococcus dan Clostridia akan berkurang. Setelah bayi disapih, komposisi bakteri akan berubah. Saat bayi berusia 3 tahun, komposisi bakteri dalam sistem pencernaannya akan sama dengan komposisinya saat dewasa dan relatif stabil sepanjang hidupnya.

Secara normal, ada suatu keseimbangan antara mikroorganisme yang pro kesehatan dengan yang anti kesehatan. Namun apabila keseimbangan sistem ekologi ini terganggu oleh faktor lingkungan atau faktor fisiologis, maka kecenderungan untuk terpapar penyakit infeksi akan meningkat. Sejak dua dekade terakhir, peneliti telah membuktikan bahwa pemberian probiotik dapat mengoptimalkan flora normal usus sehingga turut  mencegah dan mengobati sejumlah penyakit.

Kebanyakan probiotik adalah bakteri yang sejenis dengan yang biasanya ditemukan dalam usus manusia. Bakteri-bakteri ini umumnya berasal dari dua kelompok bakteri yaitu: Lactobacillus atau Bifidobacterium yang terdiri dari beberapa spesies dan varietas. Beberapa probiotik yang umum, seperti Sacharomyces boulardii, termasuk jenis ragi yang berbeda dari bakteri.

Beberapa kriteria dan karakteristik tertentu dinilai penting untuk dimiliki suatu probiotik agar dapat bekerja dengan efektif. Kriteria tersebut diantaranya tidakbersifat toksik, tidak menimbulkan penyakit, berasal dari manusia, resisten terhadap cairan lambung dan empedu, dapat beradaptasi dengan flora normal usus, serta memberikan efek yang menguntungkan pada tubuh.

Efek menguntungkan dari probiotik berasal dari beberapa cara, yaitu:
1). Mencegah mikroorganisme berbahaya untuk masuk dan berkembang biak,
2).Menstimulasi sistem imun yang berpengaruh baik secara lokal pada jaringan pencernaan maupun secara sistemik (menyebar ke seluruh tubuh).

Manfaat kesehatan probiotik yang telah ditunjang oleh data klinis atau data uji pada hewan percobaan diantaranya adalah pencegahan dan pengobatan penyakit diare (diare akut pada bayi, diare akibat konsumsi antibiotik, serta infeksi nosokomial 2)), pencegahan infeksi sistemik, manajemen penyakit radang perut, immunomodulasi3), pencegahan dan pengobatan alergi, efek antikanker, penanganan kolesterolemia4), dan penanganan intoleransi laktosa.

Prebiotik memiliki tujuan yang mirip dengan probiotik, namun prebiotik bukanlah mikroba, melainkan komponen makanan tertentu yang tidak bisa dicerna oleh sistem pencernaan tubuh. Prebiotik ini diberikan untuk memacu pertumbuhan atau aktivitas dari mikroorganisme menguntungkan di usus. Prebiotik tidak berguna langsung untuk manusia yang mengkonsumsinya, melainkan untuk bakteri menguntungkan yang menghuni usus. Pada akhirnya, bakteri-bakteri inilah yang akan memberikan manfaatnya untuk tubuh manusia. Penelitian menunjukkan bahwa prebiotik (campuran beberapa oligosakarida) dapat menginduksi sistem imun pada bayi sehingga bayi tersebut lebih tahan terhadap resiko alergi. Contoh prebiotik misalnya, laktulosa, beberapa jenis oligosakarida dan inulin.

Kombinasi dari pemberian probiotik dan prebiotik akan menghasilkan pengaruh sinergis dari keduanya yang akan meningkatkan efek menguntungkan bagi tubuh. Kombinasi ini dikenal dengan nama Synbiotik. Synbiotik akan meningkatkan kemampuan hidup dari probiotik saat tidak disimpan dalam lemari es dan juga saat melewati lambung yang asam.

Probiotik dan prebiotik tersedia di pasaran dalam beberapa jenis bentuk produk olahan susu, diantaranya yoghurt dan kefir, sebagai suplemen diet, atau tambahan dalam susu formula untuk balita.

Daftar kata:
1. Bifidobacteria: bakteri menguntungkandari genus Bifidobacterium yang tinggal di saluran pencernaan manusia,contohnya diantaranya Bifidobacterium bifidum, Bifidobacterium asteroides, Bifidobacterium longum dll.
2. Infeksi nosokomial: infeksi yang muncul atau menunjukkan gejala selama seseorang dirawat atau setelah selesai dirawat di rumah sakit.
3. Imunomodulasi: pengaturan/penyesuaian respon imunitas tubuh
4. Kolesterolemia: keadaan kolesterol yang tinggi dalam darah

Info penulis: Deni Fajar

Referensi:

Referensi:
1. Probiotics and Prebiotics in IBS: Effect of Prebiotics and Diet on Colonic Microbiota, http://www.medscape.com/viewarticle/578782_4
2. Probiotic Use in Children: Characteristics of Probiotics http://www.medscape.com/viewarticle/464550_3
3. The Mechanism of Action of Probiotics.: Definition of Probiotics and General Principles of Probiotic Therapeutic Activity http://www.medscape.com/viewarticle/565073_2
4. Oligosaccharide Mixture Induces Protective Antibodies in High-Risk Infants http://www.medscape.com/viewarticle/590904
5. Synbiotic Microcapsules That Enhance Microbial Viability during Non refrigerated Storage and Gastrointestinal Transit http://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=1393187
6. An Introduction to Prebiotics, National Center for Complementary and Alternative Medicine, August 2008 http://nccam.nih.gov/health/probiotics/
7. Gill, H.S. and Guarner, F., 2004, Probiotics and human health: a clinical perspective, Postgraduate Medical Journal, Issue 80, page 516-526
8. Penders, John et al, 2006, Factors Influencing the Composition of the Intestinal Microbiota in Early Infancy, Journal ofAmerican Academy of Pediatrics, Vol. 118 No. 2, page 511-521

Share/Save

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
CAPTCHA
harap menjawab pertanyaan yang ada, untuk menghindari spam
g
D
6
1
d
Q
Enter the code without spaces and pay attention to upper/lower case.
x tutup kotak iklan

dummy2

dummy2

dummy3

dummy spc