Pembunuh Raja Pop Dunia
Mon, 06/29/2009 - 19:40 - ditulis oleh Doti Parameswari
Michael Jackson yang melegenda itu kini telah tiada. Sungguh disayangkan bahwa kabar yang berkembang mengenai penyebab kematiannya tidak menggembirakan : overdosis obat. Dari beberapa obat yang terdeteksi dalam jumlah berlebih dalam tubuhnya, sang raja dilaporkan tumbang dalam gelontoran obat-obat pereda rasa nyeri dan antidepresan. Siapa sajakah mereka?
DEMEROL (meperidin hidroklorida) merupakan senyawa pereda rasa nyeri setingkat dibawah morfin dan termasuk golongan narkotik yang diawasi penggunaannya. Seperti morfin, meperidin bekerja dengan menduduki 'kantor pos' tempat informasi mengenai datangnya nyeri, baik dari dalam atau luar tubuh, untuk diantarkan ke otak. Dengan pendudukan itu, penerima obat tidak lagi kesakitan karena tidak ada lagi informasi ke otak yang disampaikan. Obat ini umumnya digunakan dalam bentuk injeksi untuk mengatasi nyeri yang parah, seperti nyeri saat melahirkan. Pemberian meperidin harus disertai perhatian yang seksama terhadap pasien, karena obat ini, bahkan dalam dosis terapi, dapat menyebabkan terhambatnya sistem pernafasan dan terhentinya detak jantung. Meperidin tidak dianjurkan untuk digunakan dalam jangka panjang dan dalam dosis besar karena hasil metabolismenya di hati, normeperidin, dapat terakumulasi di dalam tubuh lalu menyebabkan tremor, kedutan, bahkan kejang. Efek samping inilah yang juga menyebabkan meperidin jarang digunakan sebagai obat pilihan diantara pereda rasa sakit golongan opioid lainnya.
OXYCONTIN (oksikodon hidroklorida) merupakan teman sepermainan Demerol. Karena oksikodon dapat dikonsumsi dalam bentuk tablet oral, obat ini merupakan obat pilihan pengganti morfin untuk mengatasi nyeri menengah hingga parah.Umumnya oksikodon digunakan untuk nyeri akibat dislokasi sendi atau patah tulang, selain juga efektif dalam mengatasi nyeri setelah operasi dan melahirkan.
ZOLOFT (sertralin hidroklorida) merupakan senyawa yang antara lain digunakan dalam penanganan depresi mayor, panic disorder, dan fobia sosial. Sertralin termasuk antidepresan golongan SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitor). Terdapat beberapa hipotesis mengenai depresi dan bagaimana antidepresan dapat mengatasinya. Pada teori amin biogenik, depresi diakibatkan oleh berkurangnya jumlah neurotransmitter, senyawa pembawa informasi antar sel saraf, di sel saraf. Nah, golongan SSRI ini bekerja supaya kadar neurotransmitter di sel saraf, dalam hal ini serotonin, senyawa yang banyak mengatur kondisi emosi dan konsentrasi, tetap terjaga di rentang normal. Antidepresan SSRI merupakan obat pilihan pertama dalam penanganan depresi, karena aman digunakan untuk penderita penyakit kardiovaskular dan efek sampingnya di saluran pencernaan lebih ringan dibandingkan golongan lainnya. Namun, seperti meperidin, pemberian sertralin juga harus diperhatikan, karena pada overdosis dapat menurunkan detak jantung yang akhirnya berujung koma. Obat harus diberikan dari dosis terkecil dan sekali minum, jika bisa, untuk mencegah upaya bunuh diri dengan konsumsi obat secara berlebih yang biasanya dilakukan penderita depresi.
Dengan melihat profil obat-obatan diatas, sepertinya sang bintang mengalami sakit yang sungguh menyiksa dengan psikis yang juga terlanda bencana. Kita belum tahu pasti tentang itu, apalagi alasan dibalik pemakaiannya yang berlebihan. Satu hukum alam yang pasti dan harus selalu disadari : lebih banyak, belum tentu lebih baik.
Info penulis:
Doti Parameswari
Referensi:
- DiPiro, Joseph T. , R. L. Talbert, G. C. Yee, G.R. Matzke, B.G Wells, L.M. Posey (ed), 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 6th edition, The McGraw-Hill Companies, Inc.
- Jody Thompson, 26 Juni 2009, Michael Jackson 'died of a drug overdose', according to reports, Mirror UK (http://www.mirror.co.uk/celebs/news/2009/06/26/michael-jackson-died-of-a-drug-overdose-according-to-reports-115875-21473065/)
- Martini, Frederic H., 2002, Fundamentals of Anatomy and Physiology, 5th edition, Prentice Hall.
- McEvoy, Gerald K., 2004, AHFS Drug Information, American Society of Health System
|
Comments
ot ot
teman sepermainan Demerol >> gaya nulisnya oti pisaaaaaaaannn, hihihihi
Re: ot ot
Sebagai teman sepermainan Doti, Nda pasti kenal tulisan Doti ya? :)
Tulisan yang kadang susah untuk editor atau pemrednya untuk mengedit karena ya itulah kekhasannya Doti. hehe
(Tika)
Hmmm...
Hmmm....
Menarik sekali artikelnya...
Mudah-mudahan kasus Jacko ini dapat terselesaikan dgn baik
Hatur nuhun informasi obatnya
Salam
Re: Hmmm...
Terima kasih juga sudah mampir.. dan tetep kunjungi Serambisehat.com :)
Mudah2an ga masuk hoaxbuster
Mudah2an informasi jacko meninggal karena dibunuh bener, jadi artikel ini ga masuk ke hoaxbuster.. yoooo...
Re: Mudah2an ga masuk hoaxbuster
Tidak masuk hoaxbuster dunk karena titik berat artikel ini adalah informasi tentang efek samping obat-obatan yang "diduga" menjadi penyebab terbunuhnya Jacko :)
lebih cepat belum tentu lebih baik
saya suka kesimpulannya.
lebih cepat belum tentu lebih baik. LANJUTKAN! hoho
Re: lebih cepat belum tentu lebih baik
Untung pemilu sudah lewat ya.. :)
Terima kasih untuk kunjungan ke serambisehat.com
Post new comment