Anda pernah dikirim email yang isinya seperti di bawah ini?
Jangan gunakan lensa kontak saat Anda atau saudara Anda hadir di pesta BBQ atau sejenisnya yang berhubungan dengan api. Sebuah kisah nyata pernah terjadi pada seorang pemuda berusia 21 tahun, pemuda tersebut memakai lensa kontak saat sedang pesta BBQ. Ketika sedang memanggang daging, pemuda tersebut terus memandang bara api. Beberapa detik kemudian, pemuda tersebut berteriak dan meminta tolong. Orang-orang yang berada di sekitarnya kebingungan dan langsung membawanya ke rumah sakit.
Saat tiba di rumah sakit, dokter yang memeriksa pemuda itu mengatakan bahwa pemuda tersebut buta permanen akibat lensa kontak yang digunakannya. Lensa kontak yang digunakannya meleleh akibat hawa panas yang ditimbulkan oleh bara api.
So, kasih tahu semua teman-teman Anda
“JANGAN GUNAKAN LENSA KONTAK SAAT ANDA BERHADAPAN DENGAN API ATAU HAWA PANAS ”.
Ini merupakan peringatan bagi pengguna lensa kontak.
Jika Anda pengguna lensa kontak, Anda tidak perlu langsung merasa khawatir saat membaca email tersebut. Isi email tersebut sebenarnya telah sangat lama beredar, di Amerika sendiri email tersebut telah beredar sejak tahun 1967. Hingga sekarang email serupa masih tetap beredar. Dan sampai saat ini pula berita tersebut masih tetap menakutkan pengguna lensa kontak yang masih awam. Untuk mengurangi kekhawatiran pengguna lensa kontak tersebut, maka American Welding Association dalam Safety and Health Fact No. 12 bulan September tahun 1995, mengeluarkan pernyataan penolakan berita yang beredar tersebut. Bahkan dalam Jurnal American Opthalmologist Association berjudul Contact Lens Fusion to Corneas by Welding Arcs : a Hoax Revisited tahun 1990, dijelaskan bahwa berita tersebut adalah berita palsu.
Kalau Anda kritis membaca email sejenis ini, Anda bisa dengan mudah menduga kalau isi berita di dalamnya adalah bohong alias hoax. Secara logis, lensa kontak tidak akan meleleh hanya dengan memandang api. Hal ini dikarenakan transfer panas yang ditimbulkan dari bara api tersebut akan terlebih dahulu direspon oleh tubuh, terutama jika udara sekitar tubuh melebihi panas normal tubuh, sehingga sangat mustahil bisa menyebabkan lensa kontak meleleh saat melakukan pemanggangan.
Selain itu, bahan lensa kontak telah dibuat sedemikian rupa sehingga fleksibel saat digunakan. Bahan lensa kontak sebagian besar dibuat dari polimer seperti Poly hydroxyethyl methacrylate (PHEMA) . Bahan ini memiliki kandungan air 40%, yang membentuk sistem hidrogel. Sistem hidrogel inilah yang menyebabkan lensa kontak fleksibel saat digunakan. Jika terjadi transfer panas secara berlebihan, maka air merupakan komponen yang akan menguap terlebih dahulu, hal ini akan menyebabkan lensa kontak tidak fleksibel. Kondisi ini menyebabkan tubuh menimbulkan respon ketidaknyamanan. Kandungan air total akan menguap pada suhu 100oC. Pada pemaparan suhu tersebut, tidak hanya lensa kontak yang terancam, tentunya tubuh Anda pun dalam keadaan bahaya. Jadi sangat mustahil jika lensa kontak yang Anda gunakan meleleh saat memanggang sesuatu atau memandangi bara api. Untuk membuktikannya Anda bisa melakukan sebuah percobaan sederhana dengan memanfaatkan lensa kontak bekas, api atau sumber panas, dan termometer.
Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap peringatan yang tidak jelas korban, waktu, tempat kejadian, dan sumbernya, seperti email di atas. Jika memang berita tersebut benar, maka pihak yang berkaitan akan memberikan peringatan terlebih dahulu. Lensa kontak dan cairan pembersihnya merupakan produk yang termasuk alat kesehatan. Di Indonesia, regulasinya diatur oleh Departemen Kesehatan. Sebelum diedarkan di masyarakat, produk didaftarkan terlebih dahulu untuk ditinjau keamanannya.
Sebenarnya resiko utama yang mungkin timbul pada penggunaan lensa kontak adalah infeksi mata, corneal ulcer (luka pada kornea mata), iritasi mata, konjungtivitis, dan abrasi kornea. Ciri-ciri terjadi infeksi atau iritasi mata adalah perasaan tidak nyaman, sensitif terhadap cahaya, gatal, perasaan terbakar, mata merah, keluar air mata secara berlebihan, penglihatan kabur, mata bengkak, dan sakit. Seperti umumnya produk kesehatan, Anda bisa memulai dengan membaca informasi pemakaian dari kemasan lensa kontak Anda untuk mencegah hal-hal seperti disebutkan terjadi.
Comments
Re: Klo lensa kontaknya meleleh
Komen ini untuk menjawab pertanyaan di atas dan di artikel http://serambisehat.com/content/benarkah-e-mail-atau-pesan-berantai-ini
The National Institute for Occupational Safety and Health (NIOSH) sebuah lembaga pemerintah Amerika Serikat yang merupakan bagian dari the Centers for Disease Control and Prevention (CDC), US Departement of Health and HUman Service, pada bulan Juni 2005 mengeluarkan rekomendasi terbaru tentang penggunaan lensa kontak saat berada di lingkungan bahan kimia (NIOSH Publication No. 2005-139:
Current Intelligence Bulletin 59, Contact Lens Use in a Chemical Environment)
Sebelumnya tahun 1978, NIOSH merekomendasikan pekerja tidak menggunakan lensa kontak saat bekerja dengan bahan kimia yang dapat menyebabkan bahaya iritasi dan luka pada mata.
Rekomendasi NIOSH terbaru menyatakan bahwa pekerja boleh memakai lensa kontak saat menangani bahan kimia berbahaya asal mengikuti panduan keselamatan dalam dokumen tersebut dan lensa kontak yang dipakai tidak dilarang oleh peraturan atau dikontraindikasikan secara medis. Ditekankan pula lensa kontak bukan merupakan perlindungan mata sehingga perlindungan mata dan wajah tetap diperlukan saat memakai lensa kontak saat bekerja dengan bahan kimia.
Pelarangan penggunaan lensa kontak di laboratorium kimia organik tidak berarti bahwa lensa kontak dapat meleleh di mata saat kita bekerja di laboratorium. Lensa kontak yang meleleh karena bahan kimia berbentuk gas belum pernah dilaporkan terjadi. Tetapi, terdapat resiko absorpsi atau adsorpsi bahan kimia saat bekerja di laboratorium kimia.
Isi rekomendasi dan panduan lebih lengkap dapat dilihat di website resmi NIOSH berikut:
http://www.cdc.gov/niosh/docs/2005-139/
Bagi kita sendiri di Indonesia, terlepas memakai atau tidak lensa kontak, bagaimana tingkat dan panduan keselamatan bekerja di laboratorium kimia?
Klo lensa kontaknya meleleh
Klo lensa kontaknya meleleh waktu praktikum dengan senyawa organik (Praktikum Kimia), gimana?
Post new comment