Ketika mendengar kata tablet, apakah ada yang belum pernah menelan, mengunyah, mengemut, atau bahkan menceburkannya dalam air demi sensasi soda penuh vitamin? Sungguh saya meragukan akan ada diantara Anda yang mengacungkan tangan. Ingin mengenalnya lebih jauh?
Dari sekian banyak jenis dan bentuk obat, tablet adalah bentuk yang paling mendunia. Dengan ukuran yang praktis, tablet mudah dibawa serta kemanapun Anda pergi. Obat dalam bentuk tablet umumnya juga lebih tahan lama, karena tidak mengandung air yang dapat menjadi tempat bertumbuhnya mikroba. Tablet pun sengaja dikemas dengan bahan tahan air dan/atau tahan cahaya seperti alumunium, sehingga obat tetap terlindung baik dalam waktu yang lebih lama.
Bentuk tablet yang paling sederhana adalah tablet cetak. Tablet jenis ini adalah yang paling banyak diproduksi industri farmasi. Tablet ini umumnya ‘telanjang’ tidak bersalut, sewarna, dan berbentuk bulat atau melonjong (kaplet). Tak lain dan tak bukan, bentuk bulat atau oval ini semata-mata ditujukan untuk kenyamanan pasien supaya tablet meluncur lancar saat ditelan.
Terkadang kita dapat menemukan lebih dari satu jenis obat dicetak dalam satu tablet, namun tidak jarang pula kita temukan beberapa jenis obat dalam satu tablet berbentuk lapisan multiwarna. Seringkali, lapisan-lapisan ini dikembangkan para farmasis dari beberapa campuran serbuk obat yang 'membenci' satu sama lain. Dalam pembuatannya, obat yang satu mungkin dapat menyebabkan obat lain terurai, berubah warna atau fungsi sehingga tidak lagi aman atau berkhasiat untuk konsumen.
Pernah menemukan tablet mengkilat yang tersalut gula manis? Untuk obat-obat berbau menyengat dengan rasa pahit yang tak tertahankan, salut gula adalah solusi yang pas agar obat lebih dapat diterima oleh pasien. Tablet besi sulfat, yang digunakan sebagai penambah darah, adalah salah satu contoh tablet salut gula yang umum ditemukan di pasaran. Selain salut gula, tablet juga bisa disalut dengan lapisan film yang biasanya terbuat dari selulosa. Salut film sangat bermanfaat untuk obat-obatan yang dapat mengiritasi lambung, misalnya obat pereda nyeri ibuprofen, atau obat yang dapat terurai oleh asam lambung, seperti antimalaria kinidin sulfat. Satu jenis yang lain, yaitu salut enterik, melapis tablet sedemikian rupa agar obat baru melarut dan diserap di usus. Selain mencegah iritasi lambung dan penguraian obat seperti salut film, tablet salut enterik juga berguna untuk obat yang ditujukan untuk bekerja di usus.
Dengan manfaat seperti diatas, akan sia-sia jika tablet yang telah disalut susah payah Anda gerus begitu saja. Sebelum mengkonsumsi obat, tidak ada salahnya untuk menanyakan kepada apoteker Anda : Apakah tablet X boleh digerus? Jika pun alasannya Anda tidak dapat menelan tablet, apoteker Anda dapat memberikan solusi yang lebih baik daripada membubukkan tablet yang telah disalut dengan cantiknya.
Berlawanan dengan tablet salut, tablet kunyah memang ditakdirkan untuk dihancurkan. Tablet kunyah merupakan alternatif yang cocok untuk anak-anak atau orang dewasa yang sulit menelan tablet utuh. Obat penurun panas atau multivitamin dalam variasi bentuk dan rasa yang menggoda tentu lebih mudah diterima, bukan? Selain itu, bentuk tablet ini juga sering digunakan untuk kebutuhan pengobatan lokal, seperti maag. Dengan ukuran partikel yang lebih kecil setelah dikunyah, partikel obat dapat lebih cepat bekerja menetralkan asam lambung dan meredakan gejala maag. Selain tablet kunyah, tablet hisap juga terkadang ditujukan untuk pengobatan lokal, misalnya antibiotik untuk tenggorokan yang gatal. Tablet yang dihisap perlahan diharapkan dapat membuat obat terkonsentrasi di tenggorokan dan membunuh bakteri jahat di sekitarnya.
Seiring kemajuan teknologi, tablet pun dikembangkan lagi menjadi berjuta ragam, fungsi, dan ukuran. Formula baru diuji coba untuk menghasilkan tablet lepas lambat, sehingga sekarang Anda tinggal mengkonsumsi satu tablet sehari, bukan 3 kali sehari seperti tablet konvensional. Sebaliknya, dibuat juga tablet lepas cepat untuk mengatasi rasa nyeri dengan kilat. Penasaran cerita lengkapnya? Tunggu kelanjutannya.
(bersambung)
Referensi
- Shargel, L., A.H. Mutnick, P.F. Sourney, L.N. Swanson, & P.F. Souney, 2001, Comprehensive Pharmacy Review, 4th ed., Lippincott Williams & Wilkins.
- Tablet : Tablet coating (http://www.pharmpedia.com/Tablet:Tablet_coating) diakses 5 Februari 2011





