Jika kita membeli produk makanan atau minuman di supermarket, seringkali Informasi Nilai Gizi yang tercetak pada kemasan tidak kita perhatikan secara saksama. Padahal dengan mengetahui informasi gizi tersebut, kita dapat mengetahui informasi penting mengenai kandungan nutrisi dari makanan atau minuman yang kita konsumsi. Bagaimanakah cara memahami sebuah label Informasi Nilai Gizi?
Jika kita membeli produk makanan atau minuman di supermarket, pernahkah memperhatikan apa saja yang tercantum pada kemasannya? Merek? Rasa? Bahan-bahan? Atau masa kedaluwarsa? Tentunya hal-hal seperti itu pernah dilakukan, tapi seberapa sering kita memperhatikan penandaan Informasi Nilai Gizi?Label ini tercetak jelas di kemasan namun seringkali tidak kita perhatikan dengan seksama. Atau mungkin kita baca sebentar tanpa paham betul apa maksudnya. Padahal dengan mengetahui informasi gizi tersebut, kita dapat mengetahui informasi penting mengenai kandungan nutrisi dari makanan atau minuman yang kita konsumsi.Bagaimanakah cara memahami sebuah label Informasi Nilai Gizi?Berikut adalah contoh sebuah Informasi Nilai Gizi dari sebuah produk sereal dalam sachet.
1.Takaran SajiBagian pertama yang bisa dilihat adalah takaran saji dan jumlah sajian per kemasan. Takaran saji mempengaruhi jumlah asupan kalori dan semua nutrisi yang tercantum pada label. Pada contoh di atas, takaran saji yang tercantum adalah satu sachet. Hal ini berarti nutrisi yang dikonsumsi sesuai dengan yang tercantum. Apabila kita mengkonsumsi dua sachet, maka jumlah nutrisinya dikalikan dua.2.KaloriAngka yang tertera pada Kalori adalah jumlah energi yang didapat dengan mengkonsumsi satu takaran saji. Pada contoh di atas, jumlah kalori adalah 133. Dari jumlah tersebut, kalori yang didapat dari lemak adalah 27.Secara umum, ukuran kalori dibagi menjadi tiga kategori:- Rendah: 40 kalori- Sedang: 100 kalori- Tinggi: 400 kaloriUkuran ini berdasarkan pada diet 2000 kalori per hari.Mengkonsumsi terlalu banyak kalori dapat mengkibatkan obesitas atau kelebihan berat badan.3.NutrisiPada contoh,tiga nutrisi teratas yang tercantum (lemak, kolesterol dan natrium) adalah zat gizi yang apabila dikonsumsi terlalu banyak, akan meningkatkan resiko terkena penyakit degeneratif seperti penyakit jantung dan hipertensi. Untuk keseimbangan gizi, sedapat mungkin nutrisi ini tetap dikonsumsi namun dalam jumlah yang kecil (lihat persentase Angka Kecukupan Gizi).Sebaliknya, untuk karbohidrat (serat dan gula), protein, vitamin dan mineral dianjurkan untuk dikonsumsi. Zat-zat gizi ini, apabila dikonsumsi dalam jumlah yang cukup, dapat meningkatkan kesehatan dan menurunkan resiko terkena penyakit-penyakit tertentu. Misalnya: kalsium dapat menurunkan risiko osteoporosis, serat makanan dapat memperlancar pencernaan di usus.4.% AKG ( persentase Angka Kecukupan Gizi)Angka yang ditunjukkan dalam kolom %AKG dapat menjadi acuan seberapa banyak nutrisi yang kita konsumsi dalam sehari. %AKG ini berdasarkan pada diet 2000 kalori per hari.Apa arti dari angka-angka tersebut?Setiap angka berdasarkan pada 100% kebutuhan masing-masing nutrisi dalam satu hari (untuk diet 2000 kalori). Dengan ini, kita dapat mengetahui seberapa banyak nutrisi yang kita konsumsi dalam satu hari.Rentang persentasenya adalah sebagai berikut:- Rendah: 5% atau kurang- Tinggi: 20% atau lebihDari contoh label, kita bisa melihat bahwa lemak yang kita dapat dari konsumsi satu sachet adalah 5%. Berdasarkan tingkat persentasenya, 5% termasuk rendah. Ini berarti kita masih memiliki alokasi 95% lemak dari makanan dan minuman lain yang kita konsumsi hari itu.Kegunaan persentase Angka Kecukupan Gizi ini antara lain:1.Sebagai perbandingan antara satu produk dengan produk lainnya yang masih satu kategori. Apabila takaran saji yang tercantum sama, maka kita dapat dengan mudah mengidentifikasi produk mana yang memiliki nutrisi yang tinggi atau rendah.2.Sebagai suatu acuan dalam menghitung alokasi makanan dalam satu hari. Makanan favorit kita memiliki kandungan lemak dan kolesterol yang tinggi. Makanan tersebut tidak masalah untuk dikonsumsi dengan catatan diimbangi dengan mengkonsumsi makanan lain yang rendah lemak dan kolesterol pada hari yang sama.




