Cari di Situs Ini

Merdeka!!

Arabian Meal

apotek samara

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

Vipro-G

put your add here header

Sehat Bermula dari Anda

Yuliana Body Care

Huru-hara dalam Hormon Manohara

0
Your rating: None

Manohara Odelia Pinot, gadis belia yang beritanya berkejaran dengan pemilihan presiden ini tentu tak asing lagi namanya. Apalagi setelah pengakuan tentang Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) yang dialaminya mengemuka, siapa yang tidak terusik jika sang pelaku tega memberi suntikan hormon hanya demi kesan ‘Manohara hidup senang dan bahagia’ dengan pipi tembamnya. Benarkah suntikan hormon bisa berakibat seperti itu? Apakah suntikan seperti itu diperbolehkan? Siapa yang menggunakannya? Berikut cerita singkatnya.

Siapa itu hormon? Jika peredaran darah kita diandaikan sebagai kantor pos yang tersebar di seluruh penjuru tubuh, maka hormon adalah suratnya. Senyawa inilah yang berkelana mencari sel target sebagai alamat yang dituju dan kemudian memerintah ini itu. Prolaktin, misalnya, bertindak sebagai surat yang diterima sel-sel di kelenjar air susu berisi perintah untuk menghasilkan apa yang sekarang kita sebut sebagai ASI. Terdapat banyak sekali jenis hormon di tubuh kita dengan fungsi masing-masing, mulai yang bertugas mengatur pertumbuhan hingga yang mempersiapkan tubuh mengatasi stres. Normalnya, hormon diproduksi tubuh dalam jumlah tertentu supaya kondisi optimal tetap terjaga. Lalu apakah asupan hormon dari luar seperti yang diduga diterima Manohara diperlukan? Dalam kondisi tertentu, ya. Pil KB yang berisi estrogen merupakan bentuk umum konsumsi hormon di masyarakat. Contoh lain, kretinisme (kekerdilan), yang merupakan kelainan akibat kurangnya hormon pertumbuhan, diatasi dengan pemberian hormon pertumbuhan rekombinan (yang diperoleh dari rekayasa genetika).

Sayangnya, dalam kondisi lain, penggunaan hormon ini tak jarang disalahgunakan. Hormon androgen, misalnya, digunakan sebagai ‘doping’ di tempat-tempat kebugaran dan pelatihan atlet. Asupan hormon ini mempercepat peningkatan massa otot dan membuat para atlet tidak mudah lelah. Tergoda menggunakannya demi perut six-pack? Lakukan saja jika memang siap dengan efek sampingnya. Kerusakan hati (penyakit kuning atau tumor hati), pembesaran prostat, dan impotensi segera mengetuk pintu Anda.

Lalu apakah benar Manohara juga menjadi salah satu korban penyalahgunaan? Terlepas benar tidaknya dugaan itu, Mano mengklaim suntikan itu membuatnya gemuk secara instan. Golongan kortikosteroid (hidrokortison, deksametason), yang umumnya digunakan sebagai antiinflamasi dan imunosupresan,  adalah tersangka utamanya. Asupan hormon ini, biasanya tersedia dalam bentuk injeksi atau tablet, dalam kadar yang lebih tinggi dari rentang normalnya dapat menyebabkan distribusi lemak terganggu. Hal ini kemudian terlihat dari banyaknya akumulasi lemak di daerah pipi dan pangkal leher. Fenomena khas yang disebut sebagai moon face (wajah bulan) ini juga dapat diamati pada penderita sindrom Cushing yang tubuhnya memproduksi hormon kortisol secara berlebihan.

Manusia-manusia ‘kreatif’ Indonesia pun tak kalah canggih dengan orang yang dituntut Manohara. Karena efek hormon kortisol yang cepat dalam membuat orang terlihat gemuk dengan pipi tembam dan dagu ganda, dicampurkanlah hormon ini dalam jumlah yang umumnya tidak tertakar dalam jamu “Gemuk Sehat”, “Montok Sehat”, dan lain sebagainya. Pertama, jamu sebagai obat tradisional tidak seharusnya mengandung Bahan Kimia Obat (BKO). Kedua, jika tidak ada efek sampingnya, tentu hal ini boleh-boleh saja. Namun bagaimana jadinya bila dalam penggunaan jangka panjang osteoporosis dan diabetes mengancam? Anda sebagai konsumen juga wajib berhati-hati. Berkunjung ke bagian Peringatan Publik di situs Badan POM (www.pom.go.id) sekali-kali tidak ada ruginya, agar terbarui selalu dalam memperoleh informasi produk yang dilarang atau berbahaya.

Akhir kata, semoga Mano mendapatkan apa yang terbaik untuknya, semoga industri jamu Indonesia cepat maju, semoga Indonesia cepat sehat! Amin.

Info penulis: Doti Parameswari

Referensi:

  1. DiPiro, Joseph T. , R. L. Talbert, G. C. Yee, G.R. Matzke, B.G Wells, L.M. Posey (ed), 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 6th edition, The McGraw-Hill Companies, Inc.
  2. Martini, Frederic H., 2002, Fundamentals of Anatomy and Physiology, 5th edition, Prentice Hall.
  3. Anonim, Hasil Visum Manohara Membuktikan Suntik Hormon, Padang Online, 6 Juni 2009, diakses 15 Juni 2009 (http://www.padang-online.com/2009/06/hasil-visum-manohara-membuktikan-suntik.html)
Share/Save

Comments

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
CAPTCHA
harap menjawab pertanyaan yang ada, untuk menghindari spam
M
L
h
s
u
L
Enter the code without spaces and pay attention to upper/lower case.
x tutup kotak iklan

dummy2

dummy2

dummy3

dummy spc