Cari di Situs Ini

Selamat Hari Raya Idul Fitri 1430 H

apotek samara

Sehat Bermula dari Anda

put your add here header

Yuliana Body Care

Arabian Meal

Vipro-G

Merdeka!!

Diare setelah Minum Susu, Alergi atau Bukan?

3
Your rating: None Average: 3 (1 vote)

Sebagian orang menolak untuk mengkonsumsi susu sapi karena setelah minum perut menjadi mulas, banyak membuang gas, serta diare. Mereka beranggapan bahwa mereka alergi dengan susu. Benarkah seperti itu?

Alergi atau tidak, hal tersebut dapat ditanyakan lebih lanjut apakah gejala tersebut timbul sejak mereka masih kecil. Apabila ya, maka kemungkinan besar hal tersebut memang alergi. Jika saat kecil mereka masih sering mengkonsumsi susu, maka gejala tersebut bukan gejala alergi. Gejala tersebut merupakan salah satu gejala yang terjadi akibat intoleransi laktosa.

Intoleransi laktosa bukanlah bentuk alergi terhadap laktosa atau susu atau produk-produk olahannya. Intoleransi laktosa merupakan suatu keadaan dimana tubuh tidak dapat mencerna laktosa, bentuk gula yang terdapat dalam susu dan produk-produk olahannya. Ketidakmampuan mencerna laktosa ini disebabkan karena kekurangan enzim laktase pada tubuh. Sedangkan alergi (dalam hal ini pada susu) adalah suatu keadaan dimana ada senyawa kimia dalam susu (biasanya protein) dapat mencetuskan dan mengaktifkan sistem imun pada tubuh. Orang yang alergi pada suatu makanan harus menghindari makanan tersebut, namun orang yang hanya memiliki intoleransi makanan dapat mengkonsumsi makanan tersebut dalam jumlah yang tidak mengakibatkan reaksi apa-apa.

Gejala-gejala intoleransi laktosa timbul setelah 30 menit hingga 2 jam setelah mengkonsumsi susu dan produk olahannya, diantaranya yaitu:
1. perut kembung
2. sering membuang gas
3. kram perut
4. mual
5. mulas
6. diare

Sejalan dengan usia, tubuh manusia makin sedikit memproduksi enzim laktase. Oleh karena itu, sering gejala ini baru timbul pada saat dewasa.

Umumnya, intoleransi laktosa dapat diketahui oleh dokter dengan melihat riwayat kesehatan dari seseorang.  Cara yang mudah untuk mengetahui apakah seseorang memiliki intoleransi laktosa adalah dengan menghentikan konsumsi makanan yang mengandung laktosa selama dua minggu untuk melihat apakah gejalanya hilang. Setelah itu, konsumsi kembali makanan tersebut perlahan-lahan. Apabila gejalanya kembali berarti kemungkinan besar seseorang memiliki intoleransi laktosa. Akan tetapi serangkaian pengujian oleh dokter perlu juga dilakukan untuk membuktikan diagnosis tersebut.

Dengan mempertimbangkan kandungan gizi dalam susu yang cukup lengkap, orang dengan intoleransi laktosa sebaiknya tidak menghentikan konsumsi susu sama sekali. Mereka dapat mengkonsumsi produk susu yang rendah laktosa, misalnya yoghurt atau keju. Selain itu, coba juga mengkonsumsi susu bersama dengan makanan padat lain untuk memperlambat waktu cerna sehingga tubuh dapat menyerap laktosa dengan lebih mudah.

Info penulis: Deni Fajar

Referensi:

Share/Save

Comments

Re: tidak boleh minum susu.. ??

Ibu Irma, info menarik untuk dijadikan bahan diskusi. Apa Bu Irma bersedia meminjamkan buku tersebut? hehe. Kami akan mencari informasi lebih lanjut. Terimakasih atas ide tulisan dan kunjungan Ibu Irma sebagai rekan sejawat.

bukunya...

masalahnya.. saya juga minjem.. hihi...

tidak boleh minum susu.. ??

saya pernah baca buku The Miracle of Enzyme...
ingin membahasnya dengan para apoteker, tapi gak ada temen =)
Dalam buku itu disebutkan kalau susu itu hanya diperuntukkan bagi anak kecil (0-2th) alias ASI.
Kalau dewasa, malah gak baik minum susu...
Selengkapnya mangga sama team serambisehat dibaca bukunya ya..

Post new comment

The content of this field is kept private and will not be shown publicly.
CAPTCHA
harap menjawab pertanyaan yang ada, untuk menghindari spam
2
Z
n
m
G
N
Enter the code without spaces and pay attention to upper/lower case.
x tutup kotak iklan

dummy2

dummy2

dummy3

dummy spc