Lebih cepat, lebih baik. Selain merupakan jargon salah satu pasangan saat pemilu capres-cawapres lalu, pepatah ini juga berlaku untuk deteksi dini penyakit kanker payudara yang setiap sebelas menit membunuh satu wanita di dunia. Cegahlah salah satunya dengan SADARI. Apa itu SADARI?
Lebih cepat, lebih baik. Selain ‘katanya’ berlaku untuk pemilu capres-cawapres lalu, pepatah ini juga berlaku untuk deteksi dini penyakit kanker. Si pembunuh manusia nomor dua di dunia setelah penyakit kardiovaskular ini memang pantas diketahui keberadaannya sejak dini, apalagi jika setiap sebelas menit ia melahap satu wanita tanpa ampun. Ya, kanker payudara. Jika Anda, atau wanita yang Anda sayangi termasuk salah satu kategori berikut, Anda termasuk yang harus berhati-hati :
1. Gaya hidup tidak sehat : mengkonsumsi alkohol, merokok, dan mengalami obesitas
2. Wanita yang mengalami menstruasi di bawah usia 12 tahun
3. Wanita yang mengalami menopause di atas usia 50 tahun
4. Tidak menikah, tidak pernah melahirkan anak dan/atau tidak pernah menyusui
5. Melahirkan anak pertama sesudah usia 35 tahun
6. Menggunakan kontrasepsi oral tahunan
7. Mendapat terapi penggantian hormon setelah menopause
8. Memiliki anggota keluarga yang mengidap kanker
9. Pernah mengalami operasi payudara, baik karena tumor jinak maupun ganas
Apa yang harus dilakukan? Berikut adalah anjuran dari American Cancer Society (ACS) untuk para wanita, bahkan kalau mereka tidak mempunyai keluhan apapun :
- Wanita > 20 tahun : lakukan SADARI (Pemeriksaan Payudara Sendiri) setiap tiga bulan sekali dan memeriksakan diri ke dokter ahli (Clinical Breast Exam, CBE) setiap 3 tahun sekali
- Wanita > 40 tahun : periksakan diri ke dokter ahli dan lakukan mamografi setiap tahun
Meskipun SADARI dinilai berperan kecil dalam mendeteksi adanya pertumbuhan abnormal di payudara, sebaiknya para wanita melakukannya secara rutin untuk mengenali perubahan pada payudaranya, terutama jika terjadi benjolan, pembengkakan, iritasi kulit di sekitar payudara, nyeri pada puting, dan keluar cairan yang tidak normal dari puting. SADARI dapat dilakukan pada 7-10 hari setelah menstruasi dengan cara sebagai berikut :
- Berdirilah di depan cermin dengan bagian dada terbuka, dengan lengan berada di samping menekan paha, amati dan bandingkan kedua payudara serta bentuk puting Anda. Lakukan pengamatan sekali lagi dengan mengangkat kedua lengan di atas kepala. Apakah ada keanehan?
- Berbaringlah dengan satu tangan (tangan kanan jika hendak memeriksa payudara sebelah kanan) dibawah kepala, lalu dengan 3 jari paling tengah rabalah seluruh payudara, memutar dari atas ke bawah, kemudian dari pusat ke tepi. Berikan tiga tingkatan tekanan, dari tekanan yang ringan hingga ke tekanan yang berat sampai Anda hampir dapat meraba tulang dada.
Jika Anda menemukan abnormalitas baik dari bentuk maupun ukuran payudara, konsultasikan segera ke dokter Anda. Jika sang dokter mencurigai hal yang sama pada pemeriksaan klinisnya, biasanya Anda yang berusia diatas 40 tahun diminta melakukan mamografi. Pada wanita yang lebih muda serta ibu hamil dan menyusui, kepadatan payudara seringkali menjadi gangguan dalam interpretasi hasil mamografi. Pada kalangan usia ini, USG dan Magnetic Resonance Imaging (MRI) lebih dianjurkan. Namun karena harganya yang mahal, MRI lebih banyak dilakukan pada kelompok pasien resiko tinggi. Mamografi sendiri hanya dapat menunjukkan adanya massa abnormal, tanpa memberi informasi mengenai kemungkinan massa itu bersifat kanker. Untuk memastikan, dapat dilakukan USG dan biopsi jaringan dengan menggunakan jarum kecil atau pompa vakum yang biasa digunakan ibu menyusui. Hasil biopsi ini akan diamati di bawah mikroskop untuk melihat ada tidaknya sel abnormal yang bersifat kanker.
Cemas menunggu hasil pemeriksaan? Berdasarkan statistik, hanya 2-4 dari 1000 mamogram merujuk ke diagnosis kanker, dan hanya 10% dari yang terdiagnosis ini membutuhkan uji lebih lanjut seperti biopsi, dengan 80% hasil biopsi tidak menunjukkan adanya kanker.
Jika hasil biopsi menunjukkan adanya kelainan jinak, tanyakan mengenai pengobatan terbaik yang bisa Anda dapatkan serta kemungkinan kembalinya penyakit di masa depan. Jika hasil biopsi menunjukkan kabar buruk, tidak perlu tergesa-gesa, mintalah pendapat dokter kedua, ketiga, atau keempat jika perlu, serta anjuran terapi dari semua pihak, termasuk teman-teman dan keluarga.
Satu yang pasti, sehatkan hidup Anda dan SADARI sejak dini.
referensi:
American Cancer Society, How is Breast Cancer Diagnosed, 2009 (http://www.cancer.org/docroot/CRI/content/CRI_2_4_3X_How_is_breast_cancer_diagnosed_5.asp?rnav=cri)
DiPiro, Joseph T. , R. L. Talbert, G. C. Yee, G.R. Matzke, B.G Wells, L.M. Posey (ed), 2005, Pharmacotherapy: A Pathophysiologic Approach, 6th edition, The McGraw-Hill Companies, Inc.
Hollingsworth, Alan B., S.E. Singletary, M. Morrow, D. S. Francescatti, J. A. O'Shaughnessy, A-R. Hartman, B. Haddad, F. R. Schnabel, V. G. Vogel, 2004, Current comprehensive assessment and management of women at increased risk for breast cancer , The American Journal of Surgery Vol. 187(3): 349-362
Sutjipto, Permasalahan Deteksi Dini dan Pengobatan Kanker Payudara (http://www.dharmais.co.id/new/content.php?page=article&lang=en&id=17)