mudik

Waspada Tamu Tak Diundang Setelah Lebaran?

Ketupat dengan opor ayam, rendang, atau sambal goreng hati di hari Lebaran akankah berdampak bagi kesehatan kita? Bagaimana dengan perjalanan mudik berjam-jam ke kampung halaman?

Setelah berpuasa selama satu bulan di bulan Ramadhan, kini saatnya kita kembali beraktivitas seperti sebelum bulan Ramadhan. Pada saat Idul Fitri, bahkan hingga beberapa hari setelahnya, terkadang umat muslim kurang memperhatikan asupan kalori dari makanan yang dikonsumsi dan mengakibatkan timbulnya berbagai macam gangguan kesehatan, seperti:

  1. Hipertensi
    Makanan dan minuman yang dikonsumsi selama perayaan Idul Fitri sangat bervariasi. Makanan yang dapat memicu hipertensi adalah makanan yang mengandung banyak lemak dan garam, sehingga dapat menyebabkan peningkatan tekanan darah.
  2. Asam Urat meningkat
    Asam urat yang tinggi ditandai dengan rasa nyeri pada bagian sendi, tulang, otot dan jaringan. Hidangan selama perayaan Idul Fitri yang dapat memicu peningkatan asam urat adalah makanan yang banyak mengandung purin. Penggolongan makanan berdasarkan kadar purin yang terkandung adalah sebagai berikut:

    a.   Golongan A
    Makanan yang mengandung purin tinggi (150-800 mg/100 gram makanan) seperti jeroan (hati, otak, jantung, paru), udang, remis, kerang, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape).

    b.   Golongan B
    Makanan yang mengandung purin sedang (50-150 mg/100 gram makanan) seperti daging sapi, kacang-kacangan kering, kembang kol, bayam, asparagus, buncis, jamur, daun singkong, daun pepaya, kangkung.

    c.   Golongan C
    Makanan yang mengandung purin lebih ringan (0-50 mg/100 gram makanan) seperti keju, susu dan telur.

  3. Kolesterol meningkat
    Kolesterol dalam darah seseorang dapat meningkat karena jumlah dan jenis asam lemak jenuh yang meningkat. Hidangan yang sering disajikan selama perayaan Idul Fitri adalah hidangan yang banyak mengandung santan, seperti opor ayam, sambal goreng ati atau kare daging. Hidangan tersebut dapat memicu peningkatan kolesterol karena hidangan yang biasanya dibuat dalam porsi besar ini tidak untuk sekali konsumsi, melainkan akan terus dihangatkan kembali sehingga membuat rantai asam lemak yang terkandung di dalamnya menjadi semakin jenuh.  Selain itu konsumsi daging yang berlebih, susu dan keju yang terkandung dalam kue-kue kering juga dapat memicu peningkatan kadar kolesterol.
  4. Diabetes
    Terkadang hidangan yang disajikan selama perayaan Idul Fitri, juga terdiri dari makanan yang manis. Makanan yang manis seperti hidangan es campur atau kue kering yang banyak mengandung gula seperti kue putri salju dapat memicu peningkatan kadar gula darah. Selain itu, terkadang setelah Idul Fitri, asupan nasi yang mengandung karbohidrat pun melebihi porsi kondisi sehari-hari sehingga dapat memicu peningkatan kadar gula dalam darah.

Selain beberapa gangguan kesehatan tersebut di atas, terdapat beberapa gangguan kesehatan lain yang dapat muncul berkaitan dengan tradisi mudik atau pulang ke kampung halaman menjelang atau setelah idul fitri. Pemudik terkadang tidak mengindahkan kesehatan mereka selama di perjalanan. Gangguan kesehatan yang dapat timbul diantaranya:

  1. Kelelahan selama perjalanan
    Mayoritas pemudik menempuh jalur darat menggunakan bus, kereta api, mobil pribadi bahkan sepeda motor untuk mencapai kampung halamannya, sehingga membuat perjalanan mudik sangat melelahkan. Durasi waktu yang harus ditempuh untuk sampai ke kampung halaman ataupun kembali ke rumah menjadi sangat panjang karena jumlah pemudik yang sangat banyak dalam satu waktu. Waktu tempuh yang panjang yang tidak diimbangi dengan istirahat yang cukup dapat berdampak kelelahan selama perjalanan, dan terkadang menyebabkan masuk angin.
  2. Infeksi Saluran Pernafasan Atas
    Bila sedang kelelahan, terkadang pemudik melakukan istirahat di tempat-tempat yang kurang layak dengan sanitasi yang tidak baik. Diantara pemudik yang sedang beristirahat di tempat yang sama terkadang terdapat beberapa orang yang berada dalam kondisi kurang fit dan sedang menderita infeksi saluran pernafasan atas meliputi batuk, pilek maupun influenza yang dapat menulari pemudik yang lain.
  3. Diare
    Sebagian besar pemudik hanya mengkonsumsi makanan dan minuman yang diperoleh selama perjalanan. Terkadang makanan dan minuman tersebut tidak sehat karena kebersihan akan makanan yang tidak jelas. Sistem pencernaan pemudik dapat dipengaruhi karena makanan yang kurang bersih, yakni dapat menyebabkan diare ringan sampai berat.

Untuk mengantisipasi gangguan kesehatan yang dapat timbul selama perayaan Idul Fitri, sebaiknya kita memperhatikan asupan normal makanan dan kalori yang kita konsumsi. Selain itu untuk mencegah gangguan kesehatan seperti ISPA, pemudik dapat menggunakan masker, jaket atau baju yang lebih melindungi badan selama di perjalanan. Dan apabila sudah merasa tidak sehat, pemudik disarankan untuk beristirahat sejenak di tempat peristirahatan namun tetap waspada akan kebersihan lingkungan tempat beristirahat. Bila memungkinkan, konsumsilah makanan yang sehat dan multivitamin. Tindakan pencegahan ini berguna untuk menjaga vitalitas saat kembali beraktivitas setelah selesai melakukan rangkaian tradisi Idul Fitri di kampung halaman.

Syndicate content