insulin

Si Manis untuk yang Suka Manis

Kayu manis (cinnamon atau cassiavera) biasa digunakan sebagai bahan penambah aroma masakan. Kegunaannya ternyata jauh lebih besar dari itu. Menurut penelitian, kayu manis dapat menurukan kadar gula darah diabetesi. Bagaimana caranya?

Kayu manis adalah sejenis pohon yang selalu menghijau sepanjang tahun dan dapat tumbuh di seluruh Asia. Bagian yang banyak dimanfaatkan dari pohon ini adalah kulitnya. Sampai saat ini, kayu manis menjadi komoditas utama yang masih diperdagangkan.  Kayu manis biasanya digunakan sebagai bahan penambah aroma. Ternyata kayu manis tidak hanya digunakan untuk memberi  aroma dalam makanan, tapi juga bisa sebagai obat bagi penderita diabetes.

Kayu Manis amat berkhasiat bagi kesehatan. Ada 54 jenis spesies kayu manis yang tumbuh tersebar di seluruh dunia, tetapi yang paling berkhasiat adalah spesies Cinnamomum burmanii (nees) Bl. Kayu manis berasal dari Familia Lauraceae. Masyarakat umum sering menyebut kayu manis dengan istilah cinnamon atau cassiavera. Orang Inggris jaman dahulu suka mengkonsumsi kayu manis dan sering menyebut dengan nama cinanamon yang memiliki arti kulit dari pohon beraroma manis. Jadi, jika masyarakat umum berbicara tentang kayu manis, biasanya merujuk pada kulit kayu pohonnya.

Menurut hasil riset, kayu manis dapat berfungsi sebagai pengontrol gula darah. Cara sederhana untuk mengkonsumsinya adalah mengambil bagian kulit kayu manis kemudian dijadikan bubuk. Saat ini bubuk kayu manis banyak dijumpai di toko-toko sehingga masyarakat tidak perlu susah untuk mendapat bubuk kayu manis. Dosis umum yang dapat digunakan untuk konsumsi kayu manis adalah 1-1.5 gram setiap harinya. Kita dapat menambahkan setengah sampai satu sendok teh bubuk kayu manis ke dalam masakan yang kita masak sebagai tambahan bumbu di dalamnya sehingga dapat meningkatkan kepekaan insulin.
 
Ada beberapa penelitian yang membuktikan bahwa kayu manis dapat menurunkan kadar gula darah. Salah satu diantaranya yaitu penelitian pada 60 orang pengidap diabetes mellitus tipe- 2 yang disertai dengan tingkat kadar lemak tinggi. Penelitiannya dilakukan dengan cara memberikan 1-6 gr kayu manis pada satu kelompok sedangkan kelompok lainnya tidak diberikan obat (kelompok plasebo). Hasilnya setelah 40 hari,  kadar gula darah turun sebanyak 23%. Sedangkan kelompok plasebo, tidak menunjukkan efek apa pun.

Pada normalisasi gula darah, kayu manis bermanfaat meningkatkan daya reaksi insulin, yaitu zat alamiah yang mengolah glukosa menjadi glikogen dalam tubuh. Glukosa merupakan suatu gula monosakarida berasal dari makanan yang mengandung karbohidrat yang digunakan sebagai sumber tenaga. Sedangkan glikogen, merupakan cadangan energi yang akan diubah menjadi glukosa ketika glukosa dalam darah, menurun jumlahnya. Hal inilah yang menyebabkan kayu manis dapat menormalkan kadar gula dalam darah. Selain itu kayu manis juga dapat menghambat  enzim yang mampu melumpuhkan kerja insulin dalam tubuh, sehingga dapat meningkatkan kemampuan sel-sel darah dalam menyerap glukosa.Untuk pasien diabetes, disarankan untuk dapat mengkonsumsi kayu manis.

Peranan kayu manis selain untuk penyakit diabetes, adalah sebagai anti penggumpalan darah karena mengandung cinnamaldehyde. Zat ini bekerja dengan cara melindugi pembuluh darah supaya tidak terjadi penggumpalan darah. Kayu manis juga mengandung zat mangan, serat makanan, zat besi dan kalsium. Kalsium dan serat yang terkandung di dalam kayu manis, mengikat garam empedu dan menolong pembuangan empedu, yang membantu dalam metabolisme kolesterol sehingga dapat mencegah penyakit kolesterol dan jantung pada pasien.

referensi: 
Syndicate content