Apoteker Menjawab

Kunjungi ruang konsultasi Serambi Sehat untuk bertanya seputar pemilihan dan penggunaan obat

Obat Sariawan yang Tidak Perih

0
Your rating: None

Saya seorang Ibu yang sedang mencari tahu obat sariawan apa yang tidak perih?

TanyaSaya seorang Ibu yang sedang mencari tahu obat sariawan apa yang tidak perih?JawabBanyak sediaan yang terdapat di pasaran untuk mengatasi sariawan. Zat-zat tersebut diantaranya termasuk dalam kategori anti jamur, antibakteri, antiseptik, antiinflamasi, kortikosteroid, anastetik, dan zat pelapis mukosa.Lalu, yang mana yang tidak menimbulkan rasa perih?Sebenarnya, tingkat keperihan pengobatan tergantung pada ketahanan penderita. Hal ini berbeda untuk masing-masing penderita. Umumnya, luka terbuka seperti sariawan akan terasa perih apabila bersentuhan dengan zat asing.Zat anti jamur seperti gentian violet atau beberapa kortikosteroid berbentuk salep tidak begitu menyebabkan rasa sakit. Namun obat lain seperti antiseptik policresulen yang banyak digunakan untuk mengobati sariawan, memang menyebabkan rasa sakit yang cukup intens, walaupun hanya sebentar, tergantung dari kondisi penderita.Hal yang lebih penting untuk ditekankan dalam proses pengobatan adalah pilih obat sariawan sesuai penyebab sariawan Anda. Beberapa obat sariawan yang tidak menyebabkan rasa perih membutuhkan pengawasan dokter dalam penggunaannya karena merupakan golongan obat keras.

penulis: 

Levofloxacin dan Cefdinir VS Obat Dismenorrea

3
Your rating: None Average: 3 (2 votes)

Saya batuk-batuk selama hampir 2 minggu, kemudian dokter meresepkan Levofloxacin dan Cefdinir. Dokter bilang sebaiknya jangan minum obat lain pada saat pengobatan, karena bisa mengganggu efek obat yang diresepkan. Kemudian saya mengalami dismenorea bulanan, biasanya saya mengkonsumsi Parasetamol untuk meredakan nyerinya?

Pertanyaan:Saya batuk-batuk selama hampir 2 minggu, kemudian dokter meresepkan Levofloxacin dan Cefdinir. Dokter bilang sebaiknya jangan minum obat lain pada saat pengobatan, karena bisa mengganggu efek obat yang diresepkan. Kemudian saya mengalami dismenorea bulanan, biasanya saya mengkonsumsi Parasetamol untuk meredakan nyerinya. Dalam kondisi pengobatan dengan antibiotik tadi, obat apakah yang dapat saya konsumsi tanpa mengganggu efek obat sebelumnya?(DP, 24 tahun, Bandung)
 
 
Rasa nyeri yang secara normal berhubungan dengan siklus menstruasi dapat diatasi dengan analgesik atau penghilang nyeri. Obat Antiiflamasi non steroid (AINS) seperti Asam Mefenamat dan Ibuprofen merupakan obat pilihan utama pada kasus dismenorea primer. Tetapi pada kasus ini, Obat AINS tidak dapat digunakan karena berinteraksi dengan Levofloxacin dan Cefdinir yang sedang dikonsumsi oleh Ibu DP. Penggunaan bersama  obat AINS dengan Levofloxacin dapat meningkatkan resiko stimulasi sistem saraf pusat dan  kejang-kejang. Sedangkan obat AINS berinteraksi dengan Cefdinir menyebabkan peningkatan resiko pendarahan pada pasien.Oleh karena itu, pada kasus Ibu DP konsumsi Parasetamol sudah tepat karena Parasetamol memiliki efek analgesik dan tidak memiliki interaksi dengan Levofloxacin ataupun Cefdinir.

penulis: 
referensi: 

1. Dipiro, J.T., Pharmacotherapy a Pathophysiologic Approach Fifth Edition, 2002, hal 14702. AHFS Drug Information, hal 150, 788

Antibiotik Harus Dihabiskan

0
Your rating: None

"Mengapa antibiotik harus dihabiskan, padahal saya sudah merasa lebih baik?" Apakah jawaban Apoteker Anda?

 
Mengapa antibiotik harus dihabiskan, padahal saya sudah merasa lebih baik?

Itu mungkin salah satu pernyataan sekaligus pertanyaan yang sering dilontarkan pasien. Sebenarnya kenapa obat golongan ini harus dihabiskan saat mengkonsumsinya?Jawabannya cukup singkat, karena kemungkinan masih ada bakteri yang hidup dan berkembang biak sehingga bisa kembali menginfeksi tubuh. Oleh karena itu, obat golongan ini harus dikonsumsi sesuai dengn resep yang diberikan.Pengobatan tidak boleh dihentikan walaupun tubuh sudah merasa lebih baik, hal ini selain ada kemungkinan bakteri masih bisa hidup dan berkembang biak, juga bisa menyebabkan timbulnya resistensi bakteri. Resistensi ini timbul apabila bakteri yang masih hidup bermutasi dan memiliki kemampuan baru untuk menolak antibiotik yang diberikan. Dengan kata lain, antibiotik yang sebelumnya mempan terhadap suatu bakteri menjadi tidak mempan lagi. Hal ini mengharuskan bakteri tersebut untuk dibasmi menggunakan antibiotik lain. Apabila hal ini terus terjadi, akan timbul suatu generasi bakteri yang tidak mempan oleh antibiotik sehingga akan sulit untuk memilih terapi yang tepat.
Itulah alasan kenapa antibiotik harus dihabiskan.

penulis: